IRRASIONAL..? RASIONAL KOK..!

KABAR BURUNG BAGI KEMATIAN

Juli 13, 2009 · 1 Komentar

Suhu Omtatok

oleh : Suhu Muhar Omtatok

Sehari sebelum kakek saya meninggal dunia, burung gagak terbang hilir mudik diatas rumah kami. Suaranya terasa tiada jeda. Firasat seperti ini sudah menjadi lazim di suku kami dan selalu dikaitkan dengan warta kematian. Esoknya ada utusan memberi khabar kematian kakek, maklum saat itu belum ada handphone untuk memberi kabar secara cepat.

Tetangga saya lain lagi, ketika kematian suaminya, ia menangis menahan raungan. Maklum, meraung di depan mayat menurut keyakinannya adalah sebuah kepantangan yang diyakini sebagai simbol ketidak ikhlasan dan mempersulit jalan baru bagi si mati. “Wo alah, Mas. Bapak tidak ada sakit parah, ia cuma  flu. Pantas semalan Burung Perenjak dan burung wiwik di pohon waru depan rumah terus berkicau”, sahut Si Ibu tetangga saya saat menceritakan muasal kematian suaminya kepada saya yang turut melayat. Cuma karena flu, saat itu belum ada flu burung, flu babi tapi sudah ada flu cinta. Seekor burung perenjak dan burung wiwik diyakininya sebagai pembawa warta kematian sang suami.

Julius Caesar ,100 SM-44 SM seorang pemimpin militer dan politikus Romawi, Augustus, 63SM-14M, pendiri empirium Romawi. Pada 192 M Kaisar Marcus Commodus Aurelius Augustus terbunuh disebuah permandian (bath house) oleh seorang Gladiator asal Carthago Nova(Spanyol), dan Agrippa menjadi Raja Yudea yang memerintah dengan cukup baik. Pada tahun 44 Agrippa wafat dan digantikan putranya Agrippa II yang masih anak-anak. Semua kematian tokoh-tokoh Romawi ini diwartakan oleh burung hantu yang hadir berhari-hari.

Burung hantu selalu dikaitkan dengan berbagai mitos yang menyeramkan. di India suara burung hantu juga bisa menjadi warta akan datangnya kematian. Walau burung hantu juga mashur sebagai penyembuh sakit jantung. Sementara itu di Yunani lain lagi, kalau ada burung hantu yang terbang mengitari pasukan yang tengah berperang, maka pasukan itu dijamin bakal menang.

Kemampuan burung untuk memberikan warta kematian bisa saja dimuasalkan dari kemampuan hewan ini  dalam menangkap Frekuensi Gelombang Bunyi yang tak mampu tertangkap oleh manusia. Tapi inilah mitologi yang berkembang dan yang pasti ajal adalah kuasa mutlak Sang Empunya Maha, tidak bisa diundur dan tiada bisa dimajukan oleh mahluk karya-Nya.

→ 1 CommentKategori: Sisi Lain

Gelombang Otak & Pikiran Bawah Sadar

Mei 24, 2009 · 2 Komentar

Suhu Muhar Omtatok

Suhu Muhar Omtatok

Gelombang Otak

Otak kita setiap saat menghasilkan impuls-impuls listrik. Aliran listrik ini, yang lebih dikenal sebagai gelombang otak, diukur dengan dua cara yaitu amplitudo dan frekuensi. Amplitudo adalah besarnya daya impuls listrik yang diukur dalam satuan micro volt. Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik yang diukur dalam cycle per detik, atau hertz. Frekuensi impuls menentukan jenis gelombang otak yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Jenis atau kombinasi dan jenis gelombang otak menentukan kondisi kesadaran pada suatu saat.

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang ngelamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Dalam kondisi tertentu, misalnya meditasi, kita dapat secara sadar mengatur jenis gelombang otak mana yang ingin kita hasilkan.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi ke empat jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meskipun pola gelombang otak ini unik, tidak berarti akan selalu sama sepanjang waktu. Kita dapat secara sadar, dengan teknik tertentu, mengembangkan komposisi gelombang otak agar bermanfaat bagi diri kita.

Simulasi gelombang otak adalah fenomena yang alami, sama alaminya dengan teori fisika. Getaran suara tertentu yang didengarkan telinga bisa menggetarkan otak, sehingga otak memproduksi gelombang yang frekwensinya sama dengan frekwensi suara yang kita dengar. Hal ini sama saja dengan hukum fisika pada dua garpu tala.

Apabila ada dua buah garpu tala yang senada, apabila salah satu garpu tala diketuk T1 (digetarkan), lalu didekatkan tanpa menyentuhnya kepada garpu tala lain T2 , yang diam, maka garpu tala yang lain ini akan ikut bergetar, dengan nada yang sama. Maka garpu tala T2 disebut beresonansi (ikut bergetar) dengan garpu tala T1 .

Demikian pula otak manusia, dengan diketahuinya setiap tingkat gelombang otak manusia yang mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak kita agar menghasilkan gelombang otak tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, meditasi, aktifitas-aktifitas supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita ADHD, ADD atau Autism, susah tidur dan seterusnya.

Gelombang Beta

Beta adalah gelombang otak yang frekuensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berpikir secara sadar. Beta terbagi menjadi tiga bagian, yaitu beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz. Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Meskipun beta sering kali “menghilang” saat kita memfokuskan pikiran, beta tetap dibutuhkan agar kita dapat menyadari dan ia di luar diri kita. Bersama dengan gelombang lainnya, beta sangat dibutuhkan dalam proses kreatif. Tanpa beta, semua kreativitas yang merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci di bawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran.

Walaupun beta merupakan satu komponen yang sangat penting dalam kondisi kesadaran kita, bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan jenis gelombang ini, tanpa didukung oleh frekuensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekhawatiran, ketegangan, dan proses berpikir yang tidak fokus.

Sensori Motor Rhytm / SMR(12 hz – 16 hz) sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik neurofeedback .

Gelombang Alfa

Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar.

Pada tahun 60-an dan 70-an, alfa sangat populer dan diklaim sebagai gelombang otak paling penting, yang merupakan kunci untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Penelitian dengan menggunakan mind technology modern yang dilakukan oleh banyak pakar terkemuka, antara lain Maxwell Cade dan Anna Wise, membuktikan, bahwa alfa bukanlah jenis gelombang terpenting.

Manfaat alfa yang utama dan paling penting adalah sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa alfa, kita tidak akan dapat mengingat mimpi atau meditasi yang sangat dalam, saat kita terbangun atau selesai bermeditasi.

Gelombang Theta

Theta adalah gelombang otak pada kisaran frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconsciaus mind). Theta muncul saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan juga merupakan gudang inspirasi kreatif. Selain itu, pikiran bawah sadar juga menyimpan materi yang berasal dan kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meskipun kita dapat masuk ke theta dan mengakses berbagai materi yang tersimpan di sana, bila tidak dibantu dengan gelombang alfa dan beta, semua materi itu tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Semua materi yang berhubungan dengan emosi, baik itu emosi positif maupun negatif, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negatif yang tidak terotasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.

Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, kita akan mengalami kondisi meditatif yang sangat dalam. Semua pengalaman meditatif yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di dalam theta. Theta adalah “puncak” di dalam “pengalaman puncak”. Saat komponen gelombang lainnya berada dalam takaran yang pas, bersama dengan theta, kita dapat merasakan pengalaman “ah-ha”. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil maksimal.

Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.

Gelombang Delta

Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar (unconsciaus mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat dalam kondisi sadar, delta dapat muncul bersama dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai “radar’ yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam.

Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya bertujuan membantu orang lain. Orang yang perlu memahami kondisi mental, psikologis, atau emosi orang lain. Orang yang berprofesi sebagai “penyembuh” dan orang yang sangat mengerti orang lain biasanya mempunyai gelombang delta dalam kadar yang tinggi. Delta muncul tidak hanya saat kita memperhatikan orang lain, namun juga muncul saat kita berusaha mengerti ide atau konsep, objek atau seni, atau apa saja yang membutuhkan kesadaran nirsadar yang dalam.

Delta juga disebut dengan orienting response karena berfungsi mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang. Delta berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau bahaya. Delta memungkinkan kita untuk “melihat” informasi yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negatif, delta juga dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yang berlebihan (hypervigilance). Sikap hati-hati yang berlebihan, atau lebih tepat disebut dengan kepekaan, berguna untuk anak yang mengalami abuse untuk memastikan kondisi emosi orangtuanya. Dari pengamatannya, anak itu akan tahu apakah orangtuanya akan memukul atau menghukum dirinya. Masalah akan timbul bila anak bertumbuh dengan delta yang berlebihan dan secara terus-menerus “membaca” kondisi emosi di lingkungan sekitarnya dan berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya.

Orang dewasa yang terlalu peka, sebagai hasil dan mengembangkan sikap berhati-hati secara berlebihan sejak kecil dapat secara positif mengarahkan kepekaannya ini pada kemampuan persepsi psikis dan penyembuhan. Hal itu dapat dicapai karena radar delta yang telah sangat berkembang dalam dirinya. Delta juga dihubungkan dengan konsep collective unconscious.

Gelombang beta, alfa theta, dan delta adalah komponen pembentuk kesadaran kita. Keempat gelombang itu beropenasi dalam satu jalinan komposisi rumit yang menentukan kondisi kesadaran kita dalam suatu saat.

Pikiran Bawah Sadar

Kita semua tahu bahwa manusia mempunyai  bentuk pikiran, setidaknya yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.

Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu juga disimpan di sini. Memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar.

Pernahkah anda perhatikan seorang anak kecil yang akan tidur dan selalu mencari bantal ”kumal” kesayangannya ? Darimanakah pikiran ini muncul dalam benaknya ? Siapakah yang mengendalikannya ? Itulah hasil kerja pikiran bawah sadar.

Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir sembilan puluh persen pemikiran dan tindakan kita. Ingin contoh nyata ? Baiklah, bayangkan tiba-tiba di depan anda saat ini, pada jarak kurang lebih 3 meter, anda melihat sekelebat bayangan yang mirip seperti bentuk ular. Anda menajamkan pandangan untuk melihat lebih jelas dan ternyata memang benar, itu ular kobra yang tampaknya kelaparan. Tubuhnya yang sebesar paha orang dewasa bergerak lambat namun pasti. Suaranya mendesis membuat bulu kuduk berdiri, pandangan matanya sangat bengis dan gigi taringnya mencuat keluar disertai lidahnya yang menjulur-julur siap menerkam apapun yang bisa membuatnya kenyang. Apa yang akan anda lakukan?

Hampir sebagian besar dari kita akan memutuskan untuk lari. Atau wanita akan berteriak dahulu. Mengapa? Karena sebagian besar dari kita tidak pernah tahu bagaimana menaklukkan kobra. Bahkan seandainya tahupun kita lebih baik lari dan mencari bantuan daripada melawannya bukan ?

Bagaimana jika seandainya anda dari kecil sudah diberitahu bahwa kobra itu mendatangkan rejeki. Orangtua anda mengatakan bahwa rumah yang ditempati sekarang adalah hasil dari berjualan kobra. Apakah anda akan lari jika menemui kobra di depan anda ? Tidak bukan ! Anda pasti berpikir ” wah ini rejeki, tanpa dicari muncul di depan mata ”.

Apa yang membedakan situasi di atas? Yang membedakan adalah program pikiran yang ada dalam pikiran kita. Program tersebut mengendap dalam bawah sadar dan akan terpicu keluar oleh suatu kejadian tertentu. Ada banyak sekali program di dalam bawah sadar kita. Pernahkah anda memperhatikan program seperti apa yang masuk dalam pikiran kita setiap harinya ?

Pikiran bawah tidak bisa menolak apapun yang anda masukkan melalui kelima panca indera anda. Bahkan hal-hal yang tidak anda perhatikan secara sadar akan terekam dalam pikiran bawah sadar.

Bagaimana dengan anak-anak kita? Kebanyakan orangtua sekarang sibuk memberikan ’makanan’ pada ’pikiran’ sadar anaknya. Anak usia 3 tahun – 4 tahun sudah dibawa pergi ke tempat les bahasa inggris, les mandarin, les menulis, membaca dan lain sebagainya.

Mereka mengatakan itu sudah tuntutan jaman. Oh ya…. jaman yang mana? Dan tuntutan seperti apa persisnya? Pernahkah anda secara serius memikirkan apa yang sebenarnya dituntut oleh anak-anak kita ? Dan apa yang sebenarnya dituntut oleh sebuah kehidupan sukses?

Marilah kita lihat sekeliling kita, ada banyak orang yang menguasai bahasa Inggris dengan bagus ( apalagi di Inggris dan Amrik sono ) tetapi tidak punya pekerjaan. Dan ada banyak orang juga yang hanya lulusan SMU dan kurang bisa bahasa Inggris tetapi sukses luar biasa ! Ada banyak sarjana S1, S2 bahkan S3 yang hidupnya biasa-biasa saja.

Apakah artinya itu? Itu semua artinya adalah netral. Kesemuanya itu adalah variabel. Variabel bisa bernilai benar ataupun salah. Seperti x + 2 = 5 akan benar jika x diganti dengan angka 3 dan akan salah jika x diganti dengan angka 4 atau 8. Bahasa Inggris, Mandarin, gelar sarjana, IQ tinggi, masuk sekolah top dan nilai IP tinggi adalah variabel. Tidak menjamin 100% hidup akan sukses !

Lalu apa yang menjadi variabel tetap ? Apakah ada ? Tentunya ada. Lihatlah kehidupan ratusan milyuner dalam dan luar negri, pelajarilah dan tariklah kesimpulan adakah variabel tetapnya ?

Satu hal pasti yang dimiliki oleh mereka semua adalah konsep diri sehat. Di manakah konsep diri sehat ini tersimpan ? Dalam pikiran bawah sadar.

Inilah yang harus kita jaga dalam diri setiap anak. Dengan konsep diri sehat hampir semua hal dapat dilakukan oleh seorang anak yang tumbuh menjadi dewasa. Jika kita berbicara konsep diri sehat kita bicara diri ideal sehat, citra diri sehat dan harga diri sehat. Dan jika kita bicara tiga hal ini kita bicara seorang yang memiliki impian, yang bersedia mewujudkannya dalam kehidupan nyata dengan apapun yang ada di tangannya. Kita bicara mengenai semangat tinggi, keyakinan dan kepercayaan positif, kreativitas tanpa henti, keuletan, keberanian menempuh perjalanan hidup, ketegaran seorang manusia dan kemampuan untuk mempelajari apapun juga yang diperlukan untuk sebuah kesuksesan !!

Apakah konsep diri positif ini bisa dikondisikan ? Ya !!! Anda bisa menciptakan kondisi yang mendukung. Caranya adalah dengan memahami bagaimana konsep diri ini tertanam dalam pikiran bawah sadar. Konsep diri tertanam dalam pikiran bawah sadar melalui pengulangan, pengalaman, tradisi dan model dari figur yang memiliki otoritas di mata anak.

Perhatikanlah apa yang berulang kali anda lakukan, ucapkan dan pikirkan terhadap anak-anak. Itulah yang nantinya akan membentuk mereka. Dari bahan dasar ini mereka akan mengembangkan diri mereka melalui pergaulan dengan lingkungan.

Mengapa bayi 1 tahun belajar berdiri dan berjalan ? Karena sejak ia bisa menggunakan matanya ia melihat orang-orang di sekitarnya berdiri ditopang kedua kaki dan berjalan. Cobalah anda bayangkan bagaimana jika sang bayi hanya melihat orang merangkak sejak ia bisa menggunakan matanya untuk melihat.

Sejauh apakah pengaruh program pikiran bawah sadar ? Program pikiran bawah sadar akan menentukan sukses tidaknya kehidupan seseorang. Dengan cara lain bisa dikatakan kehidupan yang dijalani seseorang adalah perwujudan dari program yang ada di bawah sadarnya dalam tingkat tertentu. Pastikan bahwa tindakan / perlakuan dan ucapan / perkataan anda ke anak-anak mempunyai pengaruh yang positif bagi perkembangan dirinya. Karena itulah yang akan membentuk dirinya kelak.

→ 2 CommentsKategori: Sisi Lain

Photo-Photo Therapy Suhu Omtatok

Mei 10, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

rawatan tradisiSuhu Omtatok di Tempat Praktek

Suhu Omtatok di Tempat Praktek

Suhu OmtatokSuhu Omtatok

Kebun Sawit inilah Penghasilan Kami

Semangat kami

Therapi Tujah Kocik - Untuk menyembuhkan penyakit pada jaringan syaraf

Therapi Tujah Kocik - Untuk menyembuhkan penyakit pada jaringan syaraf

Therapi Batu Beturai - Berguna untuk memunculkan Pesona diri, Tuah diri sehingga mendatangkan hoki

Therapi Batu Beturai - Berguna untuk memunculkan Pesona diri, Tuah diri sehingga mendatangkan hoki

Therapi Batu Beturai - Berguna untuk memunculkan Pesona diri, Tuah diri sehingga mendatangkan hoki

Therapi Batu Beturai - Berguna untuk memunculkan Pesona diri, Tuah diri sehingga mendatangkan hoki

Therapi Batu Beturai - Berguna untuk memunculkan Pesona diri, Tuah diri sehingga mendatangkan hokiTherapi Batu Beturai - Berguna untuk memunculkan Pesona diri, Tuah diri sehingga mendatangkan hokiTherapy Suhu 0mtatok

Therapi Tuah Pacak - Memunculkan aura keberuntungan dan menyingkirkan diri dari energi negatif

Therapi Tuah Pacak - Memunculkan aura keberuntungan dan menyingkirkan diri dari energi negatif

Therapi Tuah Pacak - Memunculkan aura keberuntungan dan menyingkirkan diri dari energi negatifTherapy Suhu Omtatok

Therapi Mata Ketiga

Therapi Mata Ketiga

Therapi Mata Ketiga

Therapi Marwah Mahligai - Memancarkan Aura positif, kharisma dan keberuntungan

Therapi Marwah Mahligai - Memancarkan Aura positif, kharisma dan keberuntungan

Therapi Marwah Mahligai - Memancarkan Aura positif, kharisma dan keberuntunganTherapi Marwah Mahligai - Memancarkan Aura positif, kharisma dan keberuntungan

Therapi Panglima Nayan - Memunculkan perkasaan, kharisma, memunculkan keberuntungan

Therapi Panglima Nayan - Memunculkan perkasaan, kharisma, memunculkan keberuntungan

SEx Pria

Therapi Limau Kedangsa

Therapi Limau Kedangsa

Olah Gerak Pacak Betuah/Usah Lekang Ditelan zaman/Biar diri betambah tuah/Beruntung hidup zaman berzaman

Olah Gerak Pacak Betuah/Usah Lekang Ditelan zaman/Biar diri betambah tuah/Beruntung hidup zaman berzaman

Olah Gerak Pacak Betuah/Usah Lekang Ditelan zaman/Biar diri betambah tuah/Beruntung hidup zaman berzamanbertuah diri

Therapi Energi Purnama

Therapi Energi Purnama

Ruwatan Batak

Ruwatan Batak

Kekuatan Air Digjaya

Kekuatan Air Digjaya

Ilmu Rahasia Leluhur

Ilmu Rahasia Leluhur

limau-purutramuan alam

Therapy Aura Suhu Omtatok

Therapy Aura Suhu Omtatok

Fengshui Suhu Omtatok

Fengshui Suhu Omtatok

Suhu OmtatokMisteri Suhu Omtatok

→ Leave a CommentKategori: Praktek Pengobatan Suhu Omtatok

TANGGUNGJAWAB, MATA BATHIN & KEIKHLASAN CALEG

April 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

                                                           oleh: Muhar Omtatok

Komisi Pemilihan Umum menetapkan hari Kamis, 9 April 2009 lalu adalah hari pemungutan suara untuk Pemilu 2009. Kita telah berbondong-bondong mengunakan hak pilih kita sebagai cermin kebebasan memilih, bersikap dan menitipkan harapan kepada orang-orang yang mungkin saja tidak kita kenal, untuk bisa kelak berani benar mengemban amanah di gedung rakyat selama lima tahun kelak. Presiden menetapkan 9 April 2009 sebagai libur nasional dalam bentuk Keputusan Presiden. Sekian triliun rupiah harus dikuras dari pundit-pundi negara untuk perhelatan ini. Bukan sebuah moment main-main.

Mulai beberapa bulan lalu hingga beberapa hari sebelum hari pemilihan, setidaknya ada empat puluhan Caleg (Calon Anggota Legistatif) mulai dari Caleg DPRD hingga DPR RI dari berbagai tempat yang menemui saya meminta pertolongan sesuai profesi saya. Ada yang tanpa berbasabasi dan mengungkapkan ingin menang sambil berjanji pada saya, ingin memberikan sesuatu yang muluk-muluk. Ada yang sedikit malu-malu, “Suhu Omtatok, saya datang Cuma ingin bersilaturrahim saja”, ujung-ujungnya minta tolong juga, agar ambisinya bisa jebol. Ada yang melakukan pendekatan kesukuan, “Suhu Omtatok, saya dengar Suhu suku anu ya, kebetuan istri saya juga suku anu, karena itulah saya datang”. “Kok sebelumnya tidak pernah datang ya”, fakir saya.

Ini Cuma sekadar contoh saja. Tidak sedikit Caleg yang mendekati masyarakat langsung sambil membagikan materi tertentu agar masyarakat memilih. Disinilah kita mampu menelisik kemampuan dan pandangan mereka terhadap amanah dan tanggung jawab. Usahkan sampai bicara amanah dan tanggung jawab, beberapa orang Caleg yang saya Tanya tentang apa tugas anggota legislatif, tidak mampu menjawab; kalaupun mampu menjawab, jawabannya membuat saya terpingkal; sangat subjektif .

Tadi pagi saya membaca beberapa berita di koran, beberapa Caleg stess bahkan ada yang sampai shock hingga meninggal dunia ketika mengetahui hasil suara yang mendukung mereka sangat minim, yang sebenarnya belum final. Wah gawat, Rumah Sakit Jiwa bisa kelabakan menampung pasien-pasien dari Caleg-Caleg yang tidak mampu legowo ini.

Jika Tanggungjawab, Mata Bathin dan Keikhlasan menjadi bekal setiap Caleg untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, ini bukan akhir dari segalanya. Tidak ada stess apalagi sampai meninggal dunia karena shock.

Siap menerima kewajiban atau tugas, inilah tanggungjawab. Dalam bahasa agama, sering kita mendengar kata Amanah. Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Sekali lagi, dititipkan atau dipercayakan, bukan diri sendiri yang meminta-minta untuk diberikan tanggungjawab itu. Barang siapa yang hatinya kehilangan sifat amanah, maka ia akan menjadi orang yang mudah berdusta dan khianat. Dan siapa yang mempunyai sifat dusta dan khianat, dia berada dalam barisan orang-orang munafik. Disinilah sikap Caleg harus ditambatkan, karena ini tanggung jawab, jangan ada dusta pada orang lain dan diri sendiri. Tanggungjawab atau amanah memang harus dilaksanakan sungguh-sungguh tapi bukan membebani.

Selain itu, seorang Caleg harus mengasah Mata Bathinnya. Layakkah? Haruskah? Bisakah? Inilah langkah yang harus ditempuh sebelum mencalonkan diri. Mata Bathin ibarat cermin yang dapat melihat sesuatu atau ibarat pisau tumpul yang dapat diasah sampai tajam sehingga dapat memotong sesuatu benda.
Setiap manusia mempunyai mata bathin yang asal mulanya Sang Ilahi ciptakan bersih tanpa ada noda sedikitpun tetapi kemudian dinodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian. Caleg harus bercermin pada mata bathinnya, apakah ia siap terpilih dan apakah ia layak terpilih. Dengan menghidupkan mata bathin, abisi, emosi dan ketamakkan pada kedudukan akan mampu terarah. Tidak akan ada stress apalagi sampai meninggal dunia karena shock.

Ikhlas adalah samudra. Ikhlas mengantarkan setiap kita untuk sukses. Ikhlas berbuah kebaikkan, tidak akan stress, shock apalagi saling menyalahkan. Keikhlasan adalah buah dari ketulusan. Tidak ada di alam ini, yang berdiri sendiri selain Yang Maha Berdiri Sendiri. Sesuatu merupakan hasil sesuatu dan akan menyebabkan sesuatu. Sebutir biji padi, adalah hasil dari ribuan rangkai proses faktor dan upaya. Untuk itu, upaya-upaya yang penuh ketulusan akan memastikan penerimaan hati yang damai. Hanya pribadi-pribadi yang penuh prasangka dan rencana buruk yang tidak yakin dengan hasil yang akan diperoleh. Bukankah seorang pencuri senantiasa was was akan keselamatan diri serta curiannya? Sementara pribadi yang senantiasa jujur dalam upaya, tidak lagi merisaukan apa yang akan diperolehnya. Caleg bukanlah pencuri, kenapa tidak ikhlas ketika tidak diberi tanggungjawab untuk duduk di kursi parlemen? Caleg bukanlah pribadi yang ingin merencanakan keburukan, kenapa tidak ikhlas ketika mata bathin menerangkan bahwa ia belum layak?

“Suhu Omtatok bisa bicara begitu, tapi Caleg itu sudah habis uang banyak, ada yang berhutang lagi!”. Siapa suruh menghabiskan uang banyak, bahkan sampai berhutang, TANGGUNGJAWAB, MATA BATHIN & KEIKHLASAN, itu yang jadi penghulu!

→ Leave a CommentKategori: Seni Budaya

MANTERA – MANTERA SUKU BANJAR

Maret 23, 2009 · 2 Komentar

istana-banjar

Suku Banjar adalah suku bangsa yang menempati sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Tengah terutama kawasan dataran dan bagian hilir dari daerah aliran sungai  di wilayah tersebut. Suku Banjar berasal dari daerah Banjar dari Kesultanan Banjar meliputi Barito bagian hilir, Bahan (Negara), Martapura dan Tabanio. Kesultanan Banjar sebelumnya meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kemudian terpecah di sebelah barat menjadi kerajaan Kotawaringin yang dipimpin Pangeran Dipati Anta Kasuma dan di sebelah timur menjadi kerajaan Tanah Bumbu yang dipimpin Pangeran Dipati Tuha yang berkembang menjadi beberapa daerah : Sabamban, Pegatan, Koensan, Poelau Laoet, Batoe Litjin, Cangtoeng, Bangkalaan, Sampanahan, Manoenggoel, dan Tjingal. Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur merupakan tanah rantau primer, selanjutnya dengan budaya madam (merantau), orang Banjar mencari tanah rantau hingga ke luar pulau.

Banjar diduga berintikan penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah air baru di kawasan ini sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu. Setelah berlalu masa yang lama sekali akhirnya, setelah bercampur dengan penduduk yang lebih asli,  biasa dinamakan sebagai suku Dayak, dan dengan imigran-imigran yang berdatangan belakangan-terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu (Banjar) Pahuluan, (Banjar) Batang Banyu, dan Banjar (Kuala).

Suku Banjar merupakan suku ke-8 terbanyak di Indonesia, lebih banyak daripada suku Tionghoa. 111.886 jiwa di Provinsi Sumatera Utara 0,97% (BPS – sensus th. 2000). Di Sumatera Utara, suku Banjar telah lama menetap dan mewarnai peradaban.

Tanpa kita sadari, budaya setempat telah berbaur dengan budaya Banjar. Kue, contohnya. Jajanan pasar yang sering kita makan di wilayah Tanah Deli ini, sebagian besar merupakan kue-kue khas Suku Banjar. Karena begitu melekatnya, disini saya ketengahkan budaya mantera suku Banjar

MANTERA-MANTERA BANJAR

Penggunaan mantera suku Banjar selalu didahului ucapan Bismillah dan diakhiri la ilaha ilalah muhammad rasulullah. Ini merupakan pengaruh kebudayaan Islam yang sangat merekat pada suku ini. Berikut beberapa mantera bagi calon ibu yang susah melahirkan, mantra ini bernama mantera peluncur melahirkan:

Bismillahirrahmanirrahim/Nun kalamun walayar turun/Insya Allah inya ilang aritan/Inya turun/brakat La Ilaha Ilallah Muhammadurrasulullah “.


Mantera peluncur melahirkan ini biasanya dimiliki oleh para bidan kampung dan selalu dibaca saat membantu persalinan. Menjelang kelahiran, bidan akan terus menerus membaca mantera tersebut. Mantera minimal dibaca 3 kali secara berulang-ulang ditiupkan ke dalam segelas air putih. Air yang sudah diberi mantera tadi akan diusapkan ke perut wanita yang akan melahirkan.

Sedangkan mantera untuk membantu persalinan bayi sungsang sebagai berikut :
Bismillahirrahmanirrahim/Bungkalang-bungkaling/Tampurung bulu-bulu/Takalang-tapaling/Kaluar tadahulu/Barakat La Ilaha Ilalallah Muhammadarrasulullah

Mantera untuk menjaga anak kecil dari gangguan roh jahat atau apabila diyakini sakitnya seorang anak akibat gangguan roh jahat, sebagai berikut :
Bismillahirrahmanirrahim/Wahai parang, bilamana terjadi sesuatu nang kejahatan/Mangganggu kanak-kanak guring maka minta tulung pada para supaya parang manimpasakan kajahatannya/Barakat La Ilaha Ilallah Muhammadurrasulullah

Dalam pelaksanaan mantera ini disiapkan sebuah parang mandau dibuat tanda silang dengan kapur sirih (cacak burung). Parang tersebut diletakkan di bawah ayunan anak yang sedang tidur. Mantera dibaca sebanyak 3 kali dan ditiupkan pada pada parang tersebut sebanyak 3 kali pula.

Perpegang pada pepatah Urang banjar, “Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia”, disini saya titis restukan beberapa mantera lainnya dari Suku Banjar dengan berbagai fungsinya.

1. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Pengobatan


Jenis mantera ini khusus digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Mantra Sambur Sampuli :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Baringgang baringganggung.

Ambil arakit.

Allmundhi mantuk kapucuknya.

Jangan angkau mahaurinya.

Jangan angkau masuk kapusatnya.

Jangan angkau masuk kaurinya.

Kalai angkau tak kaluar.

Maka manjadi sogara hijai.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

Mantera Sawan :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Tarbang burung.

Mulang mansawan.

Hinggap kayu mali-mali.

Aku tahu asal angkau.

Mulang mansawan.

Asal uri lawan tambuni.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulillah”.

Mantera Tajani :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Hantu manjual kupit.

Aku manjual kapat.

Hantu maayukit.

Aku manawar.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

2. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Kedigjayaan

Jenis mantera ini digunakan bila sedang berhadapan dengan musuh sehingga siempunya mantera tak terkalahkan dan musuh dapat ditaklukan.

Mantra Saidina Ali :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Kain kindusin.

Banang baginda ali.

Tujuh lapis babat pinggang.

Lapisakan kabadanku.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

Mantra Saidina Abubakar :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Allahumuna soli ala sandi Abubakar.

Pucuk api naraka jahanam.

Dipasang yo subur.

Barkat Lailahalallah Muhammadurrasulullah”.

Mantera Taguh :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Naga ulit.

Naga umbang.

Kandal di kulit.

Sampai ka tulang.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

3. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Pengasih

Mantera pakasih atau pengasih adalah mantera cinta kasih. Bila mantera ini dilepas maka sasarannya akan terpikat dan jatuh ke dalam kekuatan birahi pada siempunya mantera. Popular disebut dengan pelet.

Mantra Kata Burung Nuri :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Kata burung dandarasih.

Kata burung dandaraku.

Saratus irang kasih.

Saribu urang suka.

Barkat Lailahailallah Muhammadirrasulullah.

Mantera Pamikat :

“Bismilahirrohmanirrohim.

Tutian mandurisa.

Buka padang mandurasi.

Tartutup hati mirah.

Tarbuka hati putih.

Rubuh rabah badan si anu …….

Runduk kasih malihat padanku.

Barkat Lailahailallah Muhammadirrasulillah”.

Mantera Kata Adam :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Hai Adam nurhayati.

Angkau yang perkasa.

Gunung tinggi dapat malingkang.

Laut luas dapat mahayaw.

Angkau kupinjam dangan sakarang.

Ambilkan ruh nila …….

Kapadaku.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

4. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Pagar Diri

Jenis mantera sebagai perisai diri agar orang tidak bisa akan membinasakan dirinya atau orang tidak akan berkehendak menaklukan dirinya.

Mantera Gaip :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Patimah mitah.

Aku mangatahui.

Aku tidak salah.

Hat sampurna akan nama Allah.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

 

Mantra Kulias Tasambunyi :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Simbulijn nabi unuk.

Mun bujurlah aku.

Mangatahuani.

Hat nag disampurnaakan.

Oleh Tuhan Allah.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

 

Mantera Dinding :

“Bismillhirrohmanirrohim.

Kun suli ala kata Allah.

Dinding nabi Muhammad Rasulullah.

Barkah doa Ilallah.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

5. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Tundik

Jenis mantera yang dilepas melalui kekuatan jarak jauh. Sasaran adalah orang yang dikehendaki agar jatuh kedalam pengaruh siempunya mantera. Mantera ini banyak sekali macam dan kegunaannya sesuai dengan apa yang dimaksud oleh siempunya mantera.

Mantra Tundik :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Kayu mula muli.

Kayu muda mudadi.

Kata buku bkata budi.

Ak aku tahu kata air akbar.

Barkat Lailahailallah Muhammaddurrasulullah”.

Mantera Jodoh :

“Tip tulah kadudukan nang bagantung.

Saksi Angkau Allah.

Suruh ibu suruh bapa.

Ah aku tahu namamu ….

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

 

Mantera Kata Bangkai :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Buku bungkam.

Bangkai mati.

Tiada bernyawa.

Tiada berjiwa.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

 

 

→ 2 CommentsKategori: Seni Budaya · Sisi Lain

KEJAWEN & LELAKU PUASA SERTA TAPA

Maret 23, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

kejawen

Kejawen adalah sebuah kepercayaan atau mungkin boleh dikatakan agama yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan sukubangsa lainnya yang menetap di Jawa. Penamaan “kejawen” bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantar ibadahnya menggunakan bahasa Jawa. Dalam konteks umum, kejawen merupakan bagian dari agama lokal Indonesia. Seorang ahli antropologi Amerika Serikat, Clifford Geertz pernah menulis tentang agama ini dalam bukunya yang ternama The Religion of Java. Olehnya Kejawen disebut “Agami Jawi”.

Penganut ajaran kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, seperti Islam atau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan “ibadah“). Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat, dan menekankan pada konsep “keseimbangan”. Dalam pandangan demikian, kejawen memiliki kemiripan dengan Konfusianisme atau Taoisme, namun tidak sama pada ajaran-ajarannya. Hampir tidak ada kegiatan perluasan ajaran (misi) namun pembinaan dilakukan secara rutin.

Simbol-simbol “laku” biasanya melibatkan benda-benda yang diambil dari tradisi yang dianggap asli Jawa, seperti keris, wayang, pembacaan mantera, penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki arti simbolik, dan sebagainya. Akibatnya banyak orang termasuk penghayat kejawen sendiri yang dengan mudah mengasosiasikan kejawen dengan praktek supranatural.

Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlah aliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baik Hindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejala sinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yang aneh karena dianggap memperkaya cara pandang terhadap tantangan perubahan zaman.

Terdapat ratusan aliran kejawen dengan penekanan ajaran yang berbeda-beda. Beberapa jelas-jelas sinkretik, yang lainnya bersifat reaktif terhadap ajaran agama tertentu. Namun biasanya ajaran yang banyak anggotanya lebih menekankan pada cara mencapai keseimbangan hidup dan tidak melarang anggotanya mempraktekkan ajaran agama (lain) tertentu.

Beberapa aliran Kejawen, misalnya

*       Sumarah

*       Budi Dharma

*       Paguyuban Ngesti Tunggal

*       Sapta Dharma

Aliran yang bersifat reaktif misalnya aliran yang mengikuti ajaran Sabdopalon, atau penghayat ajaran Syekh Siti Jenar.

LELAKU PUASA & TAPA KEJAWEN

Puasa dan tapa adalah dua hal yang sangat penting bagi peningkatan spiritual seseorang. Disemua ajaran agama biasanya disebutkan tentang puasa ini dengan berbagai versi yang berbeda. Menurut sudut pandang spiritual, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran.

Puasa dengan cara supranatural mengubah sistem molekul tubuh fisik dan eterik dan menaikkan vibrasi atau getarannya sehingga membuat tubuh lebih sensitif terhadap energi atau kekuatan supranatural sekaligus mencoba membangkitkan kemampuan indera keenam seseorang. Apabila seseorang telah terbiasa melakukan puasa, getaran tubuh fisik dan eteriknya akan meningkat sehingga seluruh racun, energi negatif dan makhluk eterik negatif yang ada didalam tubuhnya akan keluar dan tubuhnya akan menjadi bersih. Setelah tubuhnya bersih maka roh-roh suci pun akan datang padanya dan menyatu dengan dirinya membantu kehidupan nya dalam segala hal.

Dalam tradisi kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu  berkaitan dengan kalender jawa. Hal tersebut dilakukan untuk menaikkan kekuatan dan kemampuan spiritual metafisik mereka dan untuk memperkuat hubungan mereka dengan saudara kembar gaib mereka yang biasa disebut Sedulur papat kalmia pancer.

Apapun nama dan pelaksanaan puasa, bila puasa dilakukan dengan niat yang tulus, maka tak mungkin akan membuat manusia yang melakoninya celaka. Bahkan medis mampu membuktikan betapa puasa memberikan efek yang baik bagi tubuh, terutama untuk mengistirahatkan organ-organ pencernaan. Intinya adalah ketika seseorang berpuasa dengan ikhlas, maka orang tersebut akan terbersihkan tubuh fisik dan eteriknya dari segala macam kotoran. Ada suatu konsep spiritual yang berbunyi “matikanlah dirimu sebelum engkau mati”, arti dari konsep tersebut kurang lebih kalau kita sering ‘menyiksa’ tubuh maka jiwa kita akan menjadi kuat. Karena yang hidup adalah jiwa, raga akan musnah suatu saat nanti.

Itulah sedikit konsep spiritual jawa yang banyak dikenal. Para penghayat kejawen telah ‘menemukan’ metode-metode untuk membangkitkan spirit kita agar kita menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya yaitu dengan menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Atas dasar konsep ‘antal maut qoblal maut’ diatas puasa-puasa ini ditemukan dan tidak lupa peran serta para ghaib, arwah leluhur serta roh-roh suci yang membantu membimbing mereka dalam peningkatan spiritualnya.

Macam-macam puasa ala Kejawen :
1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tidak boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tidak boleh ditambah apa-apa lagi, seperti gula, garam dan lainnya, jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “Niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.”

2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran atau buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dan sebagainya.

3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah atau kamar, serta tidak melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam. Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melelaku puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Patigeni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dan hitungan ganjil seterusnya. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan di dalam kamar.

Ini adalah mantra puasa patigeni : “Niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.

5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja dalam sehari semalam. Diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama Islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam.

14. Lelono
Melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh. Waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri atau muhasabah.

15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air setinggi leher. Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai. Menghadap melawan arus air. Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai. Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana. Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit). Tidak boleh tertidur selama Kungkum. Tidak boleh banyak bergerak. Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan dengan mandi terlebih dahulu. Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada. Nafas teratur.
Kungkum biasanya dilakukan selama 7 malam.

16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan, seperti jin. Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.”

Dalam melakoni puasa-puasa diatas, bagi pemula sangatlah berat jika belum terbiasa. Oleh karena itu disini akan dibekali dengan ilmu lambung karang. Ilmu ini berfungsi untuk menahan lapar dan dahaga. Dengan kata lain ilmu ini dapat sangat membantu bagi oarang-orang yang masih ragu-ragu dalam melakoni puasa-puasa diatas. Selain praktis dan mudah dipelajari, sebenarnya ilmu lambung karang ini berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang kebanyakan harus ditebus dengan puasa. Selain itu syarat atau cara mengamalkannyapun sangat mudah, yaitu :


1Mandi keramas/jinabat untuk membersihkan diri dari segala macam kekotor. Menjaga hawa nafsu. Baca mantera lambung karang ini sebanyak 7 kali setelah shalat wajib 5 waktu, yaitu :

“Bismillahirrahamanirrahim.
Cempla cempli gedhene.
Wetengku saciplukan bajang.
Gorokanku sak dami aking.
Kapan ingsun nuruti budine.
Aluamah kudu amangan wareg.
Ngungakna mekkah madinah.
Wareg tanpa mangan.
Kapan ingsun nuruti budine.
Aluamah kudu angombe.
Ngungakna segara kidul.
Wareg tanpa angombe.
Laailahaillallah Muhammad Rasulullah”.

Selain laku puasa-puasa diatas masyarakat kejawen juga melakukan puasa-puasa yang diajarkan oleh agama Islam, seperti puasa ramadhan, nisfu sya’ban, puasa 3 hari pada saat bulan purnama, puasa Nabi Daud dan lainnya . Inti dari semua lakon mereka tujuannya hanya satu yaitu mendekatkan diri dengan Sang Empunya Maha.

 

 

→ Leave a CommentKategori: Seni Budaya

JATUKHAM RAMATHEP

Februari 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

SUHU OMTATOK & JATUKHAM RAMATHEP

SUHU OMTATOK & JATUKHAM RAMATHEP

ASAL MULA JATUKHAM RAMATHEP

Patung Jatukham dan Liontin Jatukham sangat terkenal bagi umat Buddha di Thailand.Liontin Jatukham yang dikenal juga sebagai liontin keberuntungan (liontin rejeki) kini mulai menyebar kenegara-negara tetangga seperti Laos, Kamboja, Singapura, Taiwan dan tidak sedikit pula yang mulai menyebar ke Indonesia. Bagaimanakah kisah patung Jatukham dan Liontin Jatukham.yang penuh keajaiban dan kesaktian ini? Berikut ini adalah sekilas cerita asal mula kedua benda tersebut.

Dalam kepercayaan umat Buddha di Thailand, Jatukham adalah Dewa Bodhisatya yang melindungi dan juga mengembangkan agama Buddha di Thailand khususnya dibagian selatan,dimana dalam sejarahnya pusat perkembangan agama Buddha berada dipropinsi NakhonSri Thammarat, sebuah propinsi di bagian selatan Thailand yang pusat pembabaran dhammanya berada di Wat Mahathat Woramaha-wiharn.

Perkembangan agama Buddha yang berlangsung pada abad ke 8-12 atau sekitar tahun 757-1257 di Thailand ini,di dukung penyebarannya oleh kerajaan Sriwijaya yang perkembangannyaagama Buddhanya lebih maju ,yang mana dapat di buktikan dengan sisa puing–puing candi yang berada di Palembang, Jambi dan berkembang pesat di Jawa Tengah dengan Mahacandi Borobudur . Agar perkembangan agama Buddha diberkahi dan juga di lindungi para dewa. Maka pada setiap upacara keagamaan akan dimulai dengan ritual mengundang para dewa untuk mengikuti dan memberkahi upacara, seperti yang selalu kita dengar dalam paritta aradhana devata, yag bersembunyi: Samanta cakkawalesu atragacchantudevata, artinya semoga para dewa yang berada disegenap alam semesta ikut hadir disini.

Sebenarnya kepercayaan umat Buddha di Thailand akan dewa Bodhisatva Jatukham sudah ada sejak lama namun hal ini baru mulai di gali kembali dan terkenal kurang lebih 20 tahun yang lalu hingga saat ini . Konon ,bagi mereka yang menhormat dan memuja kepada dewa Jatukham selalu mendapat kesuksesan,kemakmuran,keselamatan dan kemajuan dalam penghidupan sehari- hari,serta kemajuan dalam bisnis dan usahanya.Menurut kepercayaan mereka,barang siapa dengan penuh keyakinan membacakan paritan memuja kepada Bodhisatva Jatukham hidup mereka akan berubah menjadi baik.

Dalam 5 tahun terakhir ini,dapat dikatakan semua orang di Thailand tahu akan kesaktian Jatukham ramathep, sehingga mereka akan mencari patung Jatukham untuk di puja dirumah mereka. Selain itu, mereka juga menggunakan liontin Jatukham yang merupakan pada waktu berangkat kemana-mana,dengan harapan akan mendapatkan keselamatan dan banyak rejeki .Mereka akan mencari liontin Jatukham dari Vihara- Vihara yang membuat liotin Jatukham dan mengadakan acara Deva bhisekha yang penuh dengan kesakralan yang dihadiri oleh Bhikkhu- bhikkhu meditasi yang terkenal . Lalu terbuat dari apa Jatukham?

Jatukham Ramathep

Jatukham Ramathep

BAHAN – BAHAN UNTUK MEMBUAT JATUKHAM

Bahan –bahan untuk membuat patung Jatukham sangat beragam.Untuk membuat patung yang tingginya berukuran 1 inci sampai 2 m, bahan–bahannya kebanyakan berasal dari kuningan dan perunggu,tetapi ada juga yang terbuat dari emas asli.Sehingga tidak heran jika harga patung Jatukham agak mahal untuk mendapatkannya. Jatukham yang dibuat berupa liontin biasanya di buat dari campuran bahan –bahan yang di anggap barang suci dan memiliki kesaktian sepe rti bunga- bunga kering yang disimpan di altar pemujaan atau tempat untuk memasang hio,batu dan tanah yang dapat dari tempat keramat,sakti dan sakral seperti puing – puing dari candi lama atau berbagai batu kesaktian ,barang- barang antik dan kuno, bubuk kayu cendana,dan sebagainya.

Keseluruhan proses sejak awal mengumpulkan bahan –bahan hingga proses pencetakan patung dan liontin Jatukham tersebut memakan waktu lama dan diperlukan adanya acara pembacaan paritta-paritta suci untuk mendapatkan kesaktian hingga berulang kali di beberapa vihara.Selain itu, juga ada yang harus diisi dengan paritta- paritta hingga berkeliling 9 kali 9 vihara hingga memakan waktu 2 sampai 3 bulan lamanya.Semakin banyak membacakan paritta,maka dipercaya semakin ampuh dan penuh kehebatan manfaat dan kesaktian liontin-liontin dan patung Jatukham tersebut.Saat ini bahkan ada beberapa Vihara yang membawa liontin Jatukham untuk dibacakan paritta sampai kelima Negara,yaitu di Thailand, India , Kamboja, Taiwan dan juga di Mahacandi Borobudur (Indonesia).

→ Leave a CommentKategori: Seni Budaya

BULUH DAN BULU PERINDU

Februari 28, 2009 · 5 Komentar

muhar-omtatok-dit4-praktek

oleh: MUHAR OMTATOK

Peminat okultisme acapkali rancu membedakan Buluh Perindu dengan Bulu Perindu. Hal ini mungkin saja dikarenakan kata buluh dan bulu mempunyai kemiripan bunyi kata atau bisa juga karena ketidak tahuan akan jenis benda ini.

Dalam bahasa Melayu, Buluh bermakna Bambu, sedangkan Perindu bermakna Membuat rindu, terminologi ini merupakan majasi untuk menyebut alat musik tiup berupa Seruling. Seperti dalam kias bidal orang melayu, alisnya bak Semut Beriring, rambutnya bak Mayang Terurai, pipinya bak Pauh Dilayang ( pauh adalah buah kuini, dilayang= dipotong memanjang dgn rapi), kukunya bak Kiliran Taji, bibirnya bak Delima Merekah, hidungnya bak Dasun Tunggal (dasun tunggal= bawang putih tunggal), suaranya merdu bak Buluh Perinduh.

Dalam pemanfaatan supranatural, ada banyak jenis buluh perindu. Ada yang menyebutnya bambu gila yakni sepotong bambu kecil tunggal yang terdapat di pucuk serumpun bambu kuning yang selalu bergerak-gerak meskipunpun tidak ada angin bertiup, konon dibawah serumpun bambu ini dijaga oleh seekor ular hitam. Jenis bambu ini biasanya tumbuh diatas batu.

Untuk kemanfaatan supranatural, di Kalimantan menggunakan Bulu atau serat yang terdapat pada buluh perindu. Orang Dayak Murong di puncak gunung Bondang Puruk Cahu kalimantan Barat percaya bahwa rumpun yang memiliki buluh perindu merupakan tempat hunian makhluk halus yang mereka sebut Puntianak. Sehingga untuk mendapatkannya diperlukan ritual khusus yang intinya adalah meminta kerjasama baik dari Sang Puntianak. Kerjasama ini yaitu seseorang yang mengambil buluh perindu diwajibkan merawat tempat hunian Puntianak itu, sedangkan kompensasinya, Puntianak menolong usaha penggunaan buluh perindu itu untuk mempengaruhi hati seseorang.

Setelah ritual tersebut dijalankan, barulah buluh perindu tersebut bisa dipergunakan. Adapun cara penggunaannya dengan meniupkan bubung bambu tersebut, sambil membayangkan wajah calon yang ingin dibuat rindu terhadap kita. Disini digunakan mantera untuk membuat Puntianak rela membantu.

Adapun jenis buluh perindu ini mempunyai ciri yaitu seperti tabung kecil dengan diameter berkisar 0,75cm dengan panjang sekitar 5 cm yang memiliki tutup, pada bahagian dalamnya terdapat serat seperti akar atau bulu halus berwarna kehitaman dan sangat liat, tidak mudah patas, putus apalagi terbakarpun tidak bisa.

Jika bubung bambu tersebut kita taruh disungai yang bergerak, maka ia tidak akan bergerak mengikuti arusnya, bahkan cenderung berlawanan arah atau malah diam. Kalau dibuka tutupnya akan mengeluarkan bau seperti rebung bambu yang sangat khas. Pengaruhnya akan bertahan selama tiga hari, setelah itu harus diulang lagi.

bulu-perindu

Sedangkan Bulu Perindu yang sering dibesar-besarkan paranormal itu, berbentuk seperti ijuk sapu, panjangnya sekitar 5 cm. Ada paranormal yang membuat penamaan Bulu Perindu Emas, Kehitaman atau Bulu Perindu Kemerahan. Merupakan perdu dari sejenis rumput liar yang merupakan tumbuhan semak. Burung elang sering mengumpulkan perdu ini untuk membuat sangkak bertelur.

Dalam kondisi kering, perdu dari pohon rumputan ini mempunyai sifat lenting sehingga ia akan bereaksi dalam bentuk gerak jika terkena panas seperti didekatkan pada bara rokok atau terkena dingin jika dikenakan air. Didalam mangkok yang berisi air, Bulu Perindu akan bergerak, bahkan mampu mencari pasangannya. Jika kita mempelajari Kofisien Lenting pada ilmu Fisika, hal ini bukanlah suatu yang luar biasa.

Yang disebut Bulu Perindu dari perdu rumput ini mempunyai manfaat penyembuhan bagi penderita patah tulang. Dalam jumlah yang berimbang, bulu perindu bisa di campur dengan minyak kelapa hijau.

Bagi peminat Ilmu Pelet ataupun Pelaris, Buluh & Bulu Perindu juga sering di jadikan bahan untuk kepentingan pemanis. Biasanya Bulu Perindu diletakkan di dalam dompet atau direndam di dalam minyak wangi tertentu untuk bahan olesan.

Ada beberapa Mantera Buluh Perindu yang bisa digunakan, misalnya:

“Bissillahirrahmanirrahim
Merindu si buluh perindu betandak dalam dulang
waktu cinte merindu disitu aku datang
buluh mendesak berahi sudah tetegak
rindu menyesak aku nan diagak

usah belehe hai engkau buluh perindu
aku dah kempuhunan becinte,
becinte kepade si…….

lesapkan isi hati si…..
lesapkan isi benak si…..
beganti isi hati si….. merinduku
beganti isi benak si….mengenangku

jangan engkau durhake hai buluh perindu
kalau engkau durhake
durkake engkau akan Allah
durhake engkau akan Muhammad
durhake engkau akan baginde rasulullah
durhake engkau akan aku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan si ……
berkat lailahaillallah”

pakai buluh perindu sepasang, pilih jantan betina yg bejodoh di dalam becana isi air, bacakan mantera 7kali di malam 13,14, 15 purnama, masukkan dalam uncang (pundit-pundi) kecil seukuran buluh perindu.
sebelumnya uncang sudah di beri wewangian seperti minyak seribu bunga asli yang juga dibacakan mantera melayu diatas.

Ada juga mantera melayu lainnya, seperti:

“Bissillahirrahmanirrahim

Buluh perindu buluh berendam,
Tanam selasih di lubuk batu,
Kuur semangat si …
Tunduk dan kasih sayang kepadaku…[permohonan yang lain-lain lagi],
Berkat doa Laillaha illallah,muhammad Rasulullah”.

Mantra Melayu diatas dibaca pada Buluh Perindu yang dimasukkan pada air minum, lalu airnya bisa diminumkan pada seseorang yang kita tuju atau disemburkan pada bahan makanan.

Masih dalam Mantera Melayu, digunakan sebagai pemanis wajah dengan cara mencelupkan air yang di celup buluh perindu di tapak tangan lalu baca ayat di bawah ke tapak tangan yang basah itu lalu niat, kemudian disapukan ke wajah, dengan Mantera:

“Bismillahirahmanirahim
Yuhibbunahum Kahubaillahi Wal Lazina Aamanu,
Ashad’du Hubal’ Lillah”.

Ada juga Ajian Pelet yang berasal dari Cirebon. Cara mengamalnya tidak terlalu sulit. Cukup dengan puasa ngebleng selama tiga hari tiga malam, sebelum puasa di haruskan mandi dengan kembang dan Bulu Perindu dalam jumlah ganjil selama tiga kali. Dalam melakukan puasa manteranya di baca juga sebanyak tiga kali sambil membakar kemenyan. Manteranya adalah :

“Asyhaduallaillaha illallah waasyhaduannaMuhammadararulullah 3 x

Bismillahi rahmanirahim.

Teka idep, teka madep. Teka pangleng, teka puyeng,teka welas,teka asih.

Yasira pangeran ingsun aja lungaLaking pangkon ingsun

Duduh ngejok-ngejok bumi.(kaki di hentakkan ke bumi tiga kali)

Ngejok hatine….

Nyen lagi turuGageh TangiahNyen wis tangi,

Gageh marka,madep maring badan ingsun.

Laillahaillah”.

Cara melakukannya, sebelum mengerjakan harap membayangkan wajah yang di tuju, lalu menghadap ke arah rumah yang di tuju, lantas bayangkan wajah. Lakukan tepat jam satu malam, sebelum mengerjakan di anjurkan tidak tidur.

Begitulah, penjelasan sekilas tentang Buluh Perindu & Bulu Perindu; Namun semua upaya & usaha akan berhasil jika ada perkenan Sang Empunya Maha.

→ 5 CommentsKategori: Sisi Lain

Y O G A

Februari 27, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Suhu Omtatok

Yoga yang diketahui sekarang merupakan warisan dari khazanah budaya India. Maka istilah-istilah dalam Yoga mempunyai banyak kesamaan dengan istilah-istilah dalam agama Hindu, karena keduanya sama-sama lahir dalam tradisi kebudayaan India.

Yoga berasal dari suku kata Yuj, dalam bahasa Sansekerta berarti “menghubungkan” atau “mempersatukan“. Kata ini semakna dengan sholat yang berasal dari kata washola, dalam bahasa Arab yang juga berarti “menghubungkan” atau “mempersatukan”. Untuk menyatukan diri dengan Tuhan kalangan muslim melakukan sholat, berupa doa-doa dan gerakan-gerakan tertentu. Dalam Yoga, doa-doa disebut mantra yoga dan gerakan-gerakan disebut hatha yoga. Tujuan sholat adalah untuk berzikir – mengingat Allah. (QS 20:14). Hasilnya adalah tercegahnya perbuatan keji dan mungkar. Dan ritual ini (sholat) dipandang oleh Tuhan sebagai ritual yang lebih besar manfaatnya daripada ritual lainnya. (QS 29:45). Jika anda setuju, maka Yoga merupakan ritual yang besar manfaatnya.

Bila kita mengenal Karate atau Kungfu sebagai sebagai suatu tehnik untuk membela diri, maka Yoga merupakan suatu tehnik untuk mengenal diri. “Siapa yang mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya”. Perlu ditegaskan lagi, bahwa Yoga adalah suatu Sadhana (latihan yang bersifat spiritual). Bukan sebagaimana dipahami sekarang,Yoga diartikan sebagai senam atau latihan kanuragan. Jika Yoga suatu Sadhana, Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia (MFKM), memfatwakan bahwa yoga itu haram jika dilakukan secara sistematik, yakni terdiri dari gerakan fisik, membaca doa-doa Hindu, dan meditasi yang menyatukan diri manusia dengan Tuhan.

Sebagaimana ilmu bela diri, berlatih Yoga juga memerlukan disiplin yang keras. Tidak ada dispensasi untuk memperpendek jalan. Namun, berlatih Yoga tidak ada istilah terlambat untuk dimulai. Apakah seorang anak – orang tua, wanita – pria, cacat – sehat, terpelajar – buta huruf, bahkan seorang yang suci atau pendosa pun dengan kesungguhan hati semuanya dapat berlatih Yoga.

yoga-line

Jenis-jenis Yoga

Secara garis besar Yoga ada 4 jenis, yaitu :
Karma Yoga, Bakti Yoga, Jnana Yoga, dan Raja Yoga.
Adapun Mantra Yoga, Japa Yoga, Hatha Yoga, Kundalini Yoga, Kriya Yoga, dll. dikatagorikan sebagai Raja Yoga.

Karma Yoga, yoga yang dilakukan melalui kehidupan tanpa pamrih. Para praktisinya tidak pernah mengeluh menghadapi persoalan. Semua masalah dipandang merupakan akibat dari karma, maka harus diterima dan dihadapi. Konsep ini banyak disalah-pahami sebagai konsep hidup pasif, padahal konsep ini justru membawa manusia menjadi aktif dalam menghadapi kehidupan. Karma Yoga mengajarkan pada manusia untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan, bukan melarikan diri dari persoalan.

Bila anda praktisi Karma Yoga, maka persoalan apapun yang terjadi harus anda terima, tidak melarikan diri. Melarikan diri bukan solusi, tapi justru menimbun persoalan dan membuat persoalan baru. Persoalan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah penundaan dan penumpukan. Untuk menyelesaikannya, mau – tidak mau, suka-terpaksa, semua harus dihadapi. Entah kapan, yang jelas semua persoalan perlu penyelesaian. Banyak penderita stress, bahkan yang bunuh diri, dikarenakan tidak mau menerima suatu persoalan sebagai kenyataan dan menyelesaikannya, kemudian melarikan diri tanpa mau menghadapi dan menyelesaikannya.

Bakti Yoga, yoga yang dilakukan dengan pengabdian kepada Sang Ilahi, yaitu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Tuhan. Semuanya dilakukan dengan cinta tanpa memiliki pamrih apa pun, termasuk ingin masuk sorga. Kecintaan praktisi Bakti Yoga (Bakta) bermakna luas. Bukan hanya pada Sang Empunya Maha, namun juga pada semua mahluk ciptaan-NYA. Mencintai ciptaan-NYA merupakan manifestasi dari mencintai Sang Pencipta. Cinta seorang Bakta tidak membeda-bedakan ras, suku, bangsa, dan agama. Tidak membenci yang miskin – yang kaya, yang indah – yang buruk, yang pintar – yang bodoh, yang beriman – yang kafir. Semuanya dicintai, bahkan binatang, tumbuhan, dan batu-batuan pun tidak luput dari kecintaan seorang praktisi Bakti.

Jnana Yoga, yoga yang dilakukan dengan jalan pengetahuan. Praktisi yoga ini adalah para intelektual, dengan cara mengkikis kebodohan manusia. Dengan terkikisnya kebodohan, maka manusia semakin pandai. Semakin pandai manusia, terhapuslah kemiskinan, ketidak-adilan, dan kesewenangan. Dengan demikian semakin damai dunia. Semua itu dikarenakan manusia tahu akan hakekat dirinya. Manusia yang tahu hakekat dirinya, maka dia akan tahu hakekat Tuhannya. Itulah tugas para praktisi Jnana Yoga.

Raja Yoga, yoga yang dilakukan dengan cara mempraktekkan secara langsung tata cara pengedalian pikiran dan kesadaran indra-indra manusia. Raja Yoga memuat berbagai disiplin fisik dan pikiran, semua dilakukan dalam rangka menuju kepenyatuan seorang hamba dengan Tuhan. Hasil dari semua itu disebut Pencerahan, Manunggaling Kawula Gusti (Jw.). Sibghotullah (Is.). Apapun namanya, bukan suatu masalah yang patut diperdebatkan. Bagi praktisi yoga, yang penting adalah pelaksanaannya.

Perkembangan kemudian, hanya Raja Yoga lah yang dikenal sebagai Yoga. Bagi praktisi Raja Yoga, praktek Hatha, Japa, Mantra, Kundalini, dan sebagainya bukanlah sesuatu yang terpisah. Sebagaimana praktek Sholat, tidak pernah memisahkan antara “bacaan” (doa-doa) dengan “gerakan-gerakannya”, semuanya sakral. Seorang praktisi Yoga yang sempurna, juga melakukan praktek Bakti, Karma, dan Jnana. Sebagaimana seorang yang taat beragama, tidak hanya melakukan ritual peribadatan pada Tuhan saja, tapi juga melakukan semua aturan moralitas dan hukum yang telah digariskan.

yoga-reliave

Guru

Belajar Bakti, Karma, Jnana bisa saja tanpa guru, tapi belajar Raja Yoga keberadaan seorang guru/pembimbing merupakan syarat mutlak. Seperti melakukan Kundalini Yoga, mengaktifkan cakra-cakra adalah pekerjaan yang sukar dan berbahaya tanpa adanya bimbingan seorang guru. Kitab Siva Samhita menerangkan bahwa belajar Yoga tanpa guru sungguh tidak berguna, lemah, dan menyedihkan. Bagi seorang murid yoga, mendapatkan seorang guru merupakan suatu anugrah yang luar biasa, tidak bisa diukur dengan harta,tahta, dan nyawa sekali pun karena hanya pengetahuan yang diberikan dari bibir seorang guru saja yang penuh kekuatan dan sangat berguna.

Seorang guru dapat memberikan sakti sancara (pemberian kekuatan batin) kepada murid. Cara yang dilakukan pemberian tersebut dengan jalan spharsa (menyentuh), dharsana (memandang), atau dengan cara sankalpa (berkehendak). Orang yang sering bermeditasi akan merasakan betapa berbedanya meditasi sendiri selama bertahun-tahun dibanding meditasi dengan seorang guru beberapa menit saja. Kekuatan rohani seorang guru memberikan berkah baginya. Demikian pula dalam Yoga keberadaan seorang guru adalah sangat esensial.

Mencari seorang guru bukan hal yang mudah. Seseorang yang berdekatan dengan guru akan mengalami ketenangan. Seorang guru terbebas dari segala problem mental. Seorang guru hidup penuh kemuliaan moralitas. Seorang guru memiliki kontrol terhadap semua lapisan jiwa. Seorang guru tidak hanya mengajar, tapi juga menuntun murid pada kemajuan lebih lanjut. Demikian sekilas tentang ciri-ciri seorang guru yang berkwalitas menurut kitab-kitab Yoga. Selama bumi masih berputar, seorang guru selalu ada. Seringkali seorang guru menghampiri kita. Persoalannya, apakah kita mau menjadi murid atau tidak. Keangkuhan dan kebodohan diri yang seringkali menjadi hambatan untuk berjumpa dengan guru.

Teknik yoga merupakan explorasi terhadap diri sendiri, sehingga dapat memaksimalkan segenap potensi diri yang belum dikenali. Tubuh manusia merupakan perangkat komputer yang super canggih sekaligus pesawat yang dapat membawa dirinya menjelajah ke seluruh pelosok penjuru bumi dan langit . Yoga membawa manusia untuk melampaui yang fana, baik yang tampak maupun tidak tampak.

Belajar yoga menuntut pengalaman langsung. Tidak hanya berkutat pada pengetahuan saja, seperti para cendekiawan, pakar agama, dan ahli filsafat. Mereka lebih senang berolah pikir dan berdebat tentang alam, manusia, dan Tuhan. Namun, tidak pernah sampai pada pengalaman yang lebih jauh tentang alam, manusia, dan Tuhan. Bahkan seringkali justru terjerumus pada pen-dewa-an akal dan alam, kemudian mengesampingkan Tuhan. Mereka tidak memiliki pengalaman rohani, karena tidak pernah menterjemahkan pengetahuannya dalam hidup sehari-hari. Menguasai berbagai kitab suci, tapi tidak memahaminya. Memahaminya tapi tidak melaksanakan. Di sini-lah perbedaan antara para yogi (sufi-Is.) dengan para ahli kitab (cendekiawan).

Latihan yoga tidak harus meninggalkan keluarga dan menyepi di hutan. Seorang yogi (praktisi yoga) bisa saja berada di tengah keramaian dunia. Seperti bunga teratai yang tumbuh di lumpur, tapi tidak tercemar oleh lumpur. Tidak hanya orang Hindu atau Buddha saja yang dapat menjadi yogi. Siapa pun bisa menjadi yogi, bahkan banyak orang yang tidak pernah mendengar istilah-istilah dalam ajaran yoga, tetapi hidup mereka bagaikan seorang yogi.

YOGA

Patanjali

Patanjali, seorang yogi (praktisi yoga), menerangkan bahwa yoga memiliki 8 bagian yang tidak terpisahkan, yaitu : Yama (mengendalikan diri), Niyama (ketaatan), Asana (Sikap badan), Pranayama (pengaturan nafas), Pratyahara (Pengaturan diri/indra), Dharana (Konsentrasi), Dhyana (Meditasi), dan Samadhi (Keseimbangan). Bagian-bagian yoga tersebut tidak dapat dipisahkan, sebagaimana bagian tubuh manusia yang juga tidak dapat dipisah-pisahkan. Pengaturan nafas tanpa pengaturan diri, bukanlah Yoga, demikian seterusnya. Kedelapan bagian tersebut adalah satu kesatuan.

Lebih lanjut Pantanjali menjelaskan. Yama berarti menghindari kekerasan (Ahimsa), mantap dalam kebenaran (satya), mantap dalam kejujuran (asteya), Hidup dalam Tuhan (Brahmacharya), tidak tamak (Aparigraha). Dan, Niyama berarti menjaga kebersihan dan kesucian diri (sauca), merasa puas dengan apa adanya (samtosa), sederhana (tapah), mempelajari diri sendiri (swadaya), dan menyerahkan segalanya pada Tuhan (Iswara pranidhana).

Asana tidak hanya berarti sikap yang nyaman dalam postur-postur yoga, tapi pola hidup yang nyaman, yaitu pola hidup yang seimbang. Makan tidak berlebihan-puasa juga tidak berlebihan. Mencintai tidak berlebihan-membenci juga tidak berlebihan, dan seterusnya. Rasa nyaman ini harus permanen-tidak temporer.

Pranayama yaitu menyadari proses pernafasan. Menyadari proses pernafasan berarti menyadari tipisnya jarak antara kehidupan dan kematian. Bermula dari sini manusia akan mencapai tingkatan kasih tanpa pamrih. Tingkatan ini-lah yang membedakan antara manusia dengan hewan.

Pratyahara berarti menyadari pola-pola berpikir. Pola pikir terkendali maka kontrol diri (indra-indra) juga terkendali. Dengan demikian seseorang tidak akan tergoda oleh objek-objek duniawi. Peng-haram-an atas objek-objek dunia, seperti sex bebas, narkoba, dsb. Tidak akan banyak membantu. Justru, pelarangan tersebut seringkali membuat seseorang terobsesi. Ajaran yoga tidak mengharamkan sesuatu apa-pun, tapi menuntut pengendalian/pelepasan diri terhadap objek-objek duniawi tersebut. Demikian-lah yoga, menuntut pelepasan ego secara luas. Selama seseorang belum dapat mengendalikan dirinya, maka tidak dianjurkan melakukan yoga (jalan spiritual). Karena tujuan yoga adalah menenangkan danau pikiran manusia sehingga bayangan ilahi nampak terlihat dengan sangat jelas. Oleh sebab itu, supaya pikiran tidak kacau maka dibutuhkan niat yang kuat dalam melaksanakan yoga.

Dharana (konsentrasi), mencapai konsentrasi berarti seseorang telah mencapai ketenangan yang alami. Ketenangan yang permanen-bukan dibuat-buat. Pada bagian ini seseorang mencapai kedamaian Illahi sekaligus memancarkan cahaya ilahi pada lingkungannya. Tidak ada lagi gundah-gulana, sedih-gembira, baik-buruk, yang dapat mempengaruhinya.

Selanjutnya Dhyana (meditasi yang mendalam), menyadari sesuatu tanpa ada gangguan lagi.

Kemudian bagian terakhir Samadhi (tujuan akhir meditasi), kondisi ini tidak dapat lagi dijelaskan. Inilah pencerahan, tempat pertemuan antara kekasih dengan yang dikasihi, pertemuan antara hamba dengan Tuan, pertemuan antara Khalik dengan mahluk.

Demikian sekilas penjelasan tentang 8 bagian yoga yang diajarkan oleh Patanjali. Kedelapan bagian tersebut berkaitan-tidak bisa dipisahkan. Pelaksanaan dari 8 bagian tersebut itu-lah yang disebut yoga dalam arti yang sesungguhnya. Ini perlu dijelaskan karena bagi masyarakat Indonesia, yoga seringkali disalahartikan sebagai “akrobat” atau semacam “praktek-praktek klenik”, dan lain sebagainya.

→ Leave a CommentKategori: Sisi Lain

BELAJAR ILMU SUPRANATURAL

Mei 2, 2008 · 1 Komentar

oleh: Muhar Omtatok Muhar Omtatok

“Saya ingin agar Suhu Omtatok mengisi saya dengan Ilmu Supranatural. Kalau bisa dalam beberapa jam ini, langsung mumpuni. Karena saya membaca di beberapa iklan supranatural, ada yang bisa mengisi secara instant”, pinta seseorang yang datang ke tempat saya, beberapa waktu lalu.

Ilmu Supranatural bukanlah cabe rawit, dimakan sekarang, terasa pedas sekarang juga. Ilmu Supranatural juga bukan kelinci yang keluar dari topi seorang tukang sulap. Karena Ilmu Supranatural adalah “Tamasya”.

Jika saya dan para pembaca sama pergi bertamasya ke Berastagi di Tanah Karo, boleh jadi kita punya kesan yang saling berbeda dalam menikmati tamasya ini. Saya mungkin lebih tertarik menikmati alam dengan menumpang sado, sembari mengamati Pak Kusir yang sedang mengendali kuda, atau merasakan bunyi ladam kuda yang bertepuk-tepuk dengan badan jalan.

Diantara kita mungkin ada yang lebih meresapi nikmatnya tamasya dengan berkeliling pasar, mengamati bunga-bunga, buah-buahan, kelinci dan anjing yang ditawarkan pedagang. Sembari melihat pemain-pemain catur lokal yang sedang bertanding di kedai sudut pasar.

Atau anda tertarik menaiki Puncak Gundaling, merasakan gigitan cuaca dingin sembari melirik tenda-tenta sewaan yang didalamnya ada pasangan kekasih yang sedang bercengkrama.

Ada juga yang asyik mengamati Nande-nande (bhs. Karo: ibu) yang bibirnya merah tak teratur sembari mengunyah sirih.

Setelah selesai bertamasya, berpuluh kesan bisa terasakan. Namun mungkin ada yang tidak punya kesan apa-apa. Begitu juga halnya bertamasya dalam Ilmu Supranatural.

Metafisika, Meta-setelah atau di balik, Fisika-hal-hal di alam yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, ruang dan waktu; merupakan cabang yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan dan realita.

Ilmu Supranatural, menurut pengakuan kebanyakan praktisinya, dimasukkan dalam rumpun metafisika. Jadi jika ingin masuk dalam tamasya supranatural, tidak mungkin bisa dielakkan untuk juga memahami hal-hal di sebalik alam yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar atas hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, ruang dan waktu, dalam bingkai yang tetap realistis.

“Alamak Suhu Omtatok, saya bingung dengan teori yang Suhu Omtatok jabarkan!”, mungkin saja anda berujar demikian, saat membaca tulisan ringkas ini. Namun apa boleh buat, jika ingin memasuki gerbang supranatural, bekal kecerdasan harus dibawa. Bukankah Praktisi Supranatural disebut juga “Orang Pintar”?. Bagaimana bisa menyelesaikan persoalan pasien atau klien jika tidak pintar?

Awal untuk memasuki gerbang pembelajaran supranatural adalah melatih mendengarkan suara hati. Suara hati biasa disebut dengan istilah intuisi. Kepekaan intuisi, akan mengiring kita untuk bisa membedakan alami nyata & alam gaib, medis atau non medis, benar atau salah dan berbagai hitam putih dunia supranatural.

Intuisi dulunya dianggap sebagai indera keenam. Sebuah bakat yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Mirip kompas ajaib. Kata intuisi dalam bahasa Latin sendiri berarti di dalam diri-mu. Didalam kehidupan, intuisi adalah mekanisme untuk mengambil keputusan tanpa fakta dan informasi. Bahasa pasarnya cuma berdasarkan feeling saja. Tetapi para pengusaha dan pemimpin merasakan bahwa intuisi kini merupakan bagian dari indera yang terpenting. Uniknya intuisi bisa dipertajam lewat sejumlah pengalaman dan kejadian dalam hidup. Artinya kepekaan intuisi menjadi acuan yang membuktikan bahwa ia memiliki sejumlah pengalaman yang menjadi rujukannya untuk berpikir.

Minimal sebuah studi di Universitas Princeton, menunjukan bahwa intuisi datang dari sejumlah kombinasi kecakapan dan pengalaman. Pertama, intuisi umumnya berkembang dari kemampuan seseorang untuk melakukan muhasabah-pengamatan kedalam & tadabbur-pengamatan keluar secara mendalam, lalu memetakannya menjadi sebuah peta besar. Kedua, orang-orang yang intuitif umumnya memiliki pandangan yang sangat terbuka, tidak picik, dan tidak berat sebelah. Ia membuka segala kemungkinan untuk bisa terjadi. Ketiga, orang-orang intuitif umumnya memiliki kemampuan untuk berkonsentrasi dan memfokuskan diri yang sangat tinggi. Keempat, menggabungkan ketiga hal diatas dalam sebuah keputusan beresiko dengan metode kalkulasi yang unik.

“Cemana pulak Omtatok ini, penjelasannya terlalu njelimet” barangkali anda berkata begitu. Tapi tidak rumit kok, jika kita menghidupkan intuisi dengan melatih penyatuan alam fikir, hati dan gerak.

Trik kotor, penipuan dan orientasi yang tidak tulus dalam praktek supranatural, adalah gerbang menuju matinya kekuatan suara hati. Trik kotor, penipuan dan orientasi yang tidak tulus dalam praktek supranatural, akan mengacaukan alam fikir untuk bisa berjalan bersama dengan hati dan gerak. Intuisi tidak mungkin sanggup diberdayakan, saat fikiran yang dijejali dengan trik kotor, upaya untuk menipu serta ketidak ikhlasan memenuhi alam sadar seseorang. Terbunuhlah kemampuan alam bawah sadarnya.

Jika muatan-muatan kotor ini, bisa dihindari, maka pembelajaran dan praktek supranatural baru bisa menuju kecerdasan supranatural. Kecerdasan supranatural ini dekat dengan kecerdasan kinestesis, artinya kecerdasan ini erat kaitannya dengan pengelolaan tubuh dimana tubuh manusia dipandang lebih dari sekedar tubuh fisik yang tampak. Dalam pandangan para pembelajar ilmu-ilmu supranatural tubuh manusia terdiri dari berlapis-lapis tubuh. Hanya tubuh paling dasarlah yang kelihatan dalam pengamatan mata biasa manusia.

Sang Empunya Maha adalah pemilik atas segala ilmu. Karenanya, Dia-lah yang memberikan segala keilmuan. Tanpa harus putus asa, agar tidak terjerumus pada trik kotor, penipuan dan orientasi yang tidak tulus; ilmu akan dicurahkan Sang Maha Pemilik Ilmu kepada manusia yang menginginkannya. Inilah ilmu laduni. Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa belajar (wahbiy). Kedua, ilmu yang didapat karena belajar (kasbiy).

Disamping proses pembelajaran ini, Tasawuf mengenal istilah Mukasyafah. Ilmu mukasyafah biasa disebut ilmu bathin. Inilah puncak ilmu bagi para pencari. Biasanya yang memiliki ilmu ini adalah orang yang benar-benar tulus menghambakan dirinya kepada Sang Ilahi serta kaum muqarabbin yaitu mereka yang didekatkan ke hadirat Sang Ilahi. Ia adalah cahaya yang terbit di hati seseorang, apabila telah menyelami pensucian dan penjernihan (tadikiyyah) dari segala sifat yang tercela. Meminjam istilahnya Ibnu Arabi, muskasyafah adalah terbukanya selubung alam barzakh. Proses terbukanya selubung alam malakut disebut musyahadah dan untuk terbukanya selubung alam wahidiyah disebut mu’ayana.

Dalam sufisme, proses tersingkapnya tirai penerimaan nur gaib pada seseorang disebut al hal, yaitu proses penghayatan gaib yang merupakan anugerah Tuhan dan diluar adi kuasa manusia. Menurut sufi, jika mata (bashar) hanya mampu mengindra jarak dekat (hijab) maka pandangan bashirah (mata bathin) mampu mengetahui obyek yang jauh yang menyingkapkan kotoran dan hijab.

harimau

Saya menawarkan sebuah tips B.A.D C.A.T. BAD CAT bukan berarti Kucing Jahat, tetapi singkatan, sebuah tips gampang yang mesti dimiliki untuk belajar dunia supranatural, menghadapi paranormal dan sebagai pertimbangan untuk membantu kepekaan, yaitu:

B= Body language; Bahasa Tubuh adalah sesuatu ejawantah yang paling jujur. Bohong
misalnya, dapat dilihat dari refleks tangan yang mendekati sekitar mulut ketika seseorang berbicara kebohongan dan dikombinasi dengan cara kerja mata yang tidak sportif ketika berhadapan. Walau semakin sering seseorang men-zikir-kan kebohongan, semakin lihai pula seseorang mengatur bahasa tubuhnya; kelihaian inilah point berikutnya untuk dinilai. Tidak sulit sebenarnya jika mau mengamati. Untuk urusan mata, memang banyak tradisi dikalangan orang  kelihatannya tidak sportif ketika berhadapan dengan orang atau juga dangan rekan sesama; meski tradisi ini terbentuk untuk menghindari transfer negatif melalui mata.

A= Awareness; keadaan sadar (awareness) atau kesadaran (consciousness) harus dimiliki seorang yang belajar dunia supranatural dan ketika berhadapan dengan paranormal & pasien.

D= Dedication; Pada dasarnya kita adalah makhluk sosial, walau hasil akhir dari apa yang kita lakukan acapkali adalah uang. Fungsi utama paranormal juga merupakan fungsi sosial, karenanya profesi ini masuk dalam rumpun jasa. Seorang paranormal yang tidak sesat pasti mengutamakan sosial dalam pelayanan jasa ini, setelah itu baru meminta/diberi materi tertentu yang semestinya berbanding lurus dengan jasa yang dikerjakannya. Bukan sebaliknya. Walau banyak pula pasien yang tidak mampu menghargai usaha yang sudah dilakukan dengan susah payah oleh paranormal.

C= Confidence; salah satu kunci kemujaraban adalah kepercayaan. Seseorang yang sedang belajar mesti mempunyai percaya diri agar tidak gampang diombang ambingkan.

A= Afective; selayaknya memahami & mampu menyelami terhadap hati nurani & keimanan yang kita anut. Kita juga semestinya melakukan sesuai dengan hati nurani & keimanan kita.

T= Timing; harus sadar waktu, artinya mesti memahami kapan ia sanggup melakukan sesuatu yang diminta, karena kita tetap mempunyai keterbatasan & kejenuhan.

→ 1 CommentKategori: Sisi Lain