M A N T E R A

Karya Sastera Lisan Yang Disakralkan

oleh: MUHAR OMTATOK

Mantera adalah kata dalam Bahasa Sansekerta yang makna aslinya berarti Pesona dan Pembebasan Fikiran. dalam perkembangannya, Mantera bisa bermakna Sesuatu bunyi suara, gerak, rasa dan/atau fikir yang diyakini bisa menghasilkan metaenergi jika diucapkan, digerakkan, dirasa dan diolah fikirkan oleh orang yang menguasainya, sehingga masuk ke dalam alam pikiran sadar maupun bawah sadar serta sistem syaraf.

Mantra bisa didapat dari sumber agama, ilham atau diciptakan oleh manusia dan lainnya yang memiliki kelayakan.Alix Needham, seorang specialist advisor on stress to the National Council of Hypnotherapists di Inggeris, menyarankan agar Anda menciptakan mantera keberuntungan sendiri. “Mulai dan akhiri setiap hari dengan mengulangi pernyataan yang membuat Anda selalu merasa positif. Misalnya, ‘Hal-hal baik pasti mendatangi saya.’ Jadikan itu sebagai mantra. Jika Anda sering mengatakannya, maka akan merasuk ke alam bawah sadar dan bersenyawa dengan tubuh Anda. Otomatis, cara Anda berinteraksi pun ikut berubah.

Untuk membuat sebuah mantera, dibutuhkan Olah Kognitif, Olah Afektif, Olah Psikomotorik yang mendalam dan totalitas secara sugestif atau laku spiritual sehingga tercipta metaresonansi antara fikiran-tubuh, kondisi sadar, bawah sadar dengan Kausa Prima yang kita yakini.

Inilah salah satu kebutuhan melibatkan fisik, psikologis, psikososial dan spiritual. The American Psychiatric Association (APA) mengadopsi gabungan dari empat dimensi di atas dengan istilah paradigma pendekatan biopsikososispiritual. WHO pada 1984, memasukkan dimensi spiritual keagamaan sama pentingnya dengan dimensi fisik, psikologis dan psikososial.

2 responses to “M A N T E R A

  1. di depan rumahku di borobudur pernah ditemukan manuskrip berisi mantera gabungan antara bahasa arab dan bahasa jawa. spelling bahasa arabnya tidak tepat. bismillahirrahmanirrahim ditulis bismillah bir bir him (tidak inget persisnya). aku tidak membacanya sendiri hanya mendengar pamanku membacakannya di depan beberapa orang.

    Muhar Omtatok bercakap:
    Memang benar pencerahan dari Sdr Bumi Segoro, dibanyak tempat di Nusantara, ada ditemukan mantra memakai penggabungan bahasa seperti di atas dan juga mendahului dengan bismillahhirrahmanirrahim; padahal menurut catatan sejarah, islam belum masuk ke bumi nusantara dewasa itu. Di dalam Manuskrip Batak “Pustaha Laklak’ banyak mantra yang menggabungkan Bahasa Batak, Bahasa Arab dan Bahasa Melayu serta bismillahhirrahmanirrahim di tulis Bitmilah ir rahman nitro im.
    ini bs membuktikan beberapa hal: a. Beberapa Mantra bisa saja dibuat oleh “lelembut’ dlm arti yg luas yg dititis-restukan kepada “orang Pinter” saat itu, b. Islam sdh masuk ke Bumi Nusantara pd abad-abad demikian walau sejarahwan belum mencatat hal demikian, c. Pada saat itu, sudah ada hubungan keberbagai negeri baik untuk kepentingan politik, dagang, maupun kepentingan penggalian ‘elmu’

  2. saya ingin yahu apakah ada ilmu pelet yang mudah tata cara penggunaannya. tidak perlu melakukan apapun maksudnya semacam ritual hanya membaca mantra saja dan tidak membatasi satu agama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s