SISI SPIRITUAL PUISI

oleh: Muhar Omtatok (Ketua Umum Majelis Kaji Metafisika)

muhar-omtatok

Kita hampir pasti pernah membaca puisi, atau mungkin pula pernah menulis puisi ,sebagai pengungkapan perasaan, paling tidak. Karena puisi merupakan ragam sastera tua yang mengejawantah dari luapan perasaan yang berbalut pemikiran, wawasan dan sentuhan hati. Entah sejak kapan puisi ada, yang pasti dalam tradisi kemelayuan,pantun sebagai puisi lama sangat termasyur keberadaannya. Dibanyak sukupun puisi sebagai budaya lisan turun temurun. Orang Batak misalnya, sudak cukup lama mengenal Umpasa. Orang Sunda dengan Sisindirannya atau guritan bagi Orang Jawa.

Agaknya kita pernah menghafal beberapa puisi, misalnya saja sebait puisi lama berbentuk pantun Melayu:

Minyak situang-tuang
tuang dalam kuali
duduk macam beruang
tegak macam babi

atau pantun jenaka Minangkabau:

Makan karupuak badaruak-daruak
dimakan lasau balasau
kok babini urang gapuak
raso lalok di punggung kabau

atau pula pantun Simalungun:

Sihala uppat-uppat
uppat sihala bolon
pori hu ja pe hita manluppat
sai tong juppahan tuah bolon

atau sayapun mencoba menulis puisi baru , misalnya:

Ada Damai (karya: Muhar Omtatok):

Ada kembang setaman
Dan kepulan asap gaharu
Nyaris hening …
jika dengkur cucu ifrit tidak berdendang gaib
Selepoh pawang memuja
Bersemedi bahasa prokem alam maya
ditutup gendang telinga
dari hiruk di luar sana

Tapi tahukah anda sisi gaib puisi? yang tentunya mengandung kekuatan dan semangat supranatural, mempunyai kekuatan dan semangat mistis. Di pesisir timur Sumatra Utara yang didiami orang kampong, mengenal beratus-ratus mantra yang dipergunakan untuk pengobatan, tuah badan atau kegiatan harian lainnya. Dari beratus mantra inipun seluruhnya berbentuk puisi yang mempunyai kekuatan gaib yang sangat bertuah.
Puisi mantra ini diciptakan langsung oleh “mambang”, “jembalang” atau makhluk halus lainnya yang dititis-restukan kepada Tok Pawang, begitu konon kepercayaan jamak.
Ada beberapa contoh puisi mantra karya cipta hantu penghuni alam gaib yang memiliki kemujaraban yang tidak disangsikan.

Misalnya saja penggalan puisi mantra Persembahan Jamu Laut ala melayu, ini digunakan untuk mambang laut agar sehat dan tangkapan ikan melimpah:

Assalamualaikum, Aku kirim salam kepada jin tanah, Aku tahu asalmu, Kau keluar dari air ketuban, Bukan aku melepas bala mustaka, Sang Kaka Sang kipat, Melepas bala mustaka

penggalan puisi mantra Siawang Lebih, yang digunakan untuk kharisma dan membuka aura:

Setentang dua tentang, Sebimbar dua bimbar, Siapa menentang siapa kasih, Siapa menentang siapa gila, Gila raja, gila menteri, gila dengan sebalai dirinya

penggalan puisi mantra Tawar Bisa, yang bermanfaat untuk mengobati orang yang tersengat racun hewan:

Aku tahu asal mulamu Bisa darah haid siti hawa Surga akan tempatmu Cabut bisamu Naikkan bisa tawarku

penggalan puisi mantra Simang Guru, yang berkhasiat sebagai pemanis:

Bulan bulan, bintang, matahari terbit di ubun-ubunku Bulan purnama di mukaku Bintang Tujuh di keningku Bintang penabur di dadaku.

Di masyarakat batak mantra disebut Tabas, yang bermakna luas sebagai permohonan. Tabas-pun berbentuk bait-bait puisi (umpasa). Dalam torsa (cerita) batak, dari siempunya cerita, ada seorang batak bergelar Ama ni Mangarapinta. Pada suatu hari Ama ni Mangarapinta sedang melakukan persiapan pembangunan rumah (palolohon). Diapun memberdayakan putra sulungnya Simangarapinta untuk mengambil tuhil atau sejenis pahat di dalam hobbung. Namun Simangarapinta tidak juga sudah dari lamunnya, hingga Ama ni Mangarapinta naik darah dan mengusir Simangarapinta. Akhirnya Simangarapinta meninggalkan kampungnya menuju hutan perawan. Di tengah hutan yang sunyi lagi menakutkan, tiba-tiba terdengar saringar, suara menggema:
So tung hulalang ho, so tung hulutung. Hualithon ho tu andor ni tabu. So tung huata ho, so tung hututung. Hupiringkon ho tu dongan sajabu”

(Jangan sampai kupanggang kau atau kuulam dan kubagikan kepada kawan-kawanku).
Ternyata saringar tersebut adalah suara Begu atau hantu. Dengan ringan Simangarapinta menyahut,:
“Tuani ma i ompung, Na manjalahi bulung langge do ahu. Dongan ni bulung singkoru. Na manjalahi mate do ahu. Asa unang be mangolu”.
(Ompung, aku memang cari mati, hiduppun tiada makna.)
Mendengar itu terbitlah rasa hiba Sang Begu, agar Simangarapinta mempunyai makna hidup maka Begu tersebut mengajarinya Ilmu Hadatuan, ilmu supranatural dan ketabiban. Ilmu tersebut berbentuk puisi mantra karya cipta begu itu sendiri. Bila puisi mantra tersebut dibacakan dengan kelengkapannya maka terkabullah keinginan.

ranggawarsita

Ada pula Raden Ngabehi Ronggowarsito. Demikian nama salah seorang pujangga terkenal yang pernah menorehkan jejak gemilang dalam kesusastraan Jawa di abad 19. Namanya senantiasa dikenang sebagai pujangga besar yang karya-karyanya tetap abadi hingga kini.

Dari tangan pujangga asal Keraton Surakarta ini lahir karya-karya besarnya berbentuk puisi lama yang terkenal sampai saat ini adalah Serat Kalatidha yang berisi gambaran zaman penjajahan yang disebut “zaman edan”. Ada kitab Jaka Lodhang yang berisi ramalan akan datangnya zaman baik, serta Sabdatama yang berisi ramalan tentang sifat zaman makmur dan tingkah laku manusia yang tamak.

Pujangga besar Ronggowarsito dilahirkan pada 15 Maret 1802 dengan nama asli Bagus Burham. Ayahnya seorang carik Kadipaten Anom yang bernama Raden Mas Pajangswara. Ibunya Raden Ayu Pajangswara merupakan keturunan ke-9 Sultan Trenggono dari Demak.

Bakat dan keahliannya dalam bidang kesusastraan semakin terasah dengan bimbingan kakeknya Raden Tumenggung Sastronegoro. Semenjak kecil, ia dibekali ajaran Islam dan pengetahuan yang bersandar pada ajaran kejawen, Hindu, Budha, serta ilmu kebatinan.

Nasib baik mulai bersinar ketika penguasa Surakarta Pakubuwono IV menerimanya sebagai abdi dalem. Dengan ilmu yang dimilikinya, tahun 1819 ia diangkat sebagai carik (juru tulis) Kadipaten Anom dengan gelar Mas Rangga Pajang Anom.

Kemudian ia diangkat menjadi panewu carik yang tugasnya membaca, menulis, serta memperdalam ilmu kepujanggaan. Di masa itulah terbit buku pertamanya Jayengbaya yang berarti menang atas bahaya. Karangannya berupa tembang asmarandana sebanyak 250 bait yang digubah dengan sentuhan sastra indah.

Menjelang akhir hayatnya, Ronggowarsito menulis buku terakhir Sabdajati yang di antaranya berisi ramalan waktu kematiannya sendiri. Buku ini pun berisi ucapan perpisahan dan permohonan pamit karena Ki Pujangga akan segera meninggalkan dunia fana ini.

nostradamus_by_lemudLain lagi tentang ke gaiban puisi dari seorang Penyair Perancis, Michael Nostradamus yang wafat pada tahun 1564 M. Michael Nostradamus menulis puisi dalam bentuk empat empat baris. Dalam puisi Nostradamus seakan meramal peristiwa yang belum terjadi, tapi akhirnya semua jadi kenyataan. Penyair yang diploma dokter ini, dalam puisinya menyebut zat ether untuk mengobati penyakit kolera, yang diambil dari hewan dan tumbuhan laut. Padahal pada waktu puisi tersebut dibuat, penyakit kolera belum dikenal. Terbukti setelah empat abad berlalu, puisi tersebut akhirnya jadi rujukan para dokter kala itu. Puisinya juga meramal tentang tiga orang tokoh tangan besi yang menumpahkan darah semaunya. Tiga orang tersebut diperkirakan Napoleon Bonaparte, Adolf Hitler dan Islampobia George W Bush.

semak belukar

Selanjutnya puisi Nostradamus meramal bahwa Perang Dunia III diawali dengan terbunuhnya tokoh internasional. Terbunuhnya itu boleh saja dimaknai terbunuhnya kekuasaan PBB oleh Amerika Serikat. Puisi Nostradamus juga meramal tentang Perang Dunia I dan II, Revolusi Perancis, Revolusi Bolsevik, Rovolusi Amerika, berdirinya Uni Sovyet dan kehancurannya, kebiadaban Israel dan kehancurannya. Jauh-jauh sebelum hukum mati Marie Antoinette dan suaminya pada Revolusi Perancis, Puisi Nostradamus sudah mengungkapkan dengan gamblang.

Puisi-puisi tersebut juga mengungkapkan bahwa akan datang Pemuda Pilihan dari sebuah Tanah Suci, setelah tipu daya Amerika yang telah mencuci otak manusia untuk berpihak pada kebejatan terselubungnya. Juga tentang Puisi Nostradamus yang meriwayatkan perang besar dengan makhluk angkasa. Apakah yang dimaksudnya adalah teknologi antariksa ? mungkin saja.

2-4

Sebelum Nostradamus mati Ia banyak membakar naskah-naskah kuno, entah apa maksudnya. Yang pasti Ia pernah membongkarkan bahwa Nenek Moyangnyalah yang mencuri sekupulan Manuskrip dari Negeri-negeri Islam. Sehingga diyakini puisi-puisi gaibnya terilhami dari Manuskrip tersebut? (muhar omtatok)


2 responses to “SISI SPIRITUAL PUISI

  1. assalam’alaikum wr, wb

    Omtatok yg terhormat, ada satu ayat suci Al-qur’an yang menjelaskan bahwa “CELAKALAH BAGI ORANG YANG MENJUAL AYAT-AYAT KU DENGAN BARANG YANG MURAH” dalam hal ini, saya ingin menanyakan kepada Omtatok.. apa opini anda tentang ayat terebut.. Wass Wr,Wb

  2. marudut tampubolon

    horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s