Energi Vibrasi

energi vibrasi

Dalam bahasa kamus, energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja; daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, misalnya dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pada bahan; tenaga. Sedangkan vibrasi adalah ikhwal mengenai getaran.

Dalam ilmu fisika dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata  merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai energy vibrasi atau vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”.Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Semakin lemah getaran, semakin longgar frekuensi getarannya. Semain keras getaran, semakin rapat frekuensinya. Konon energi terpancar melalui getaran. Vibrasi ini mirip gelombang sinus, istilah Nabi Muhammad saw: kadang yazid kadang yankus ( naik turun). Dalam sebuah ayat Al Qur’an mengenai vibrasi ini, tersebut pada kalimat: “wajilat qulubuhum” hati mereka bergetar. “waidza tuliyat ‘alaihim ayatuhu, zaadathum imaana”, kemudian jika dibacakan ayat-ayat bertambahlah keimanan mereka. Dengan demikian, ada hubungan yang signifikan antara energy vibrasi dengan keimanan.

Energi vibrasi rupakan energi getaran keimanan yang termanifestasi dalam seru sekalian alam, yang dapat diserap oleh tubuh manusia melalui jiwa dan raganya. Energi vibrasi yang ada di dalam tubuh manusia ini menyerap setiap energi postif yang ada di alam ini. Sebagai contohnya adalah Nur (cahaya).

Nur (cahaya) disebut juga sebagai gelombang karena mempunyai frekuensi, bisa dibiaskan, dan bisa dibelokkan. Cahaya mempunyai sifat partikel karena  ia ‘tidak bisa menembus’ tembok namun bisa diserap oleh manusia. Padahal gelombang elektro magnetik yang lain, contohnya adalah gelombang radio, bisa menembus tembok. Cahaya sendiri dibagi kedalam dua jenis, ada cahaya tampak dan cahaya tidak tampak. Cahaya ini merupakan respon energi statis terhadap keberadaan Sang Empunya Maha. Cahaya ini juga yang merupakan vibrasi energi yang membangun jiwa dan fisik manusia.

Berikut manfaat energi vibrasi, menurut cakap-cakap mendalam, dari berbagai pakar soal ini:

  1. Memiliki kemampuan untuk menyerap energi dari alam dengan optimal
  2. Memiliki kesehatan tubuh & mental yang lebih baik
  3. Memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik
  4. Terhindar dari perasaan takut, khawatir dan kegelisahan
  5. Memiliki kehidupan yang lebih tenang
  6. Menjadikan kehidupan lebih bersemangat dan bahagia
  7. Menjadikan setiap kegiatan yang dilakukan lebih rileks
  8. Bersyukur dalam ikhtiar yang totalitas

Jika ‘Setiap perkara adalah do’a’, inilah salah satu teori energi vibrasi yang mesti diterapkan untuk menyerap kebaikan, kebenaran, keihlasan, sebagai energy yang bergetar dan saling menyampaikan kemolekkan energy.

A8c1dwMCcAA7OL2

Gelombang Otak

Beta (14 Hz – 100 Hz) Dalam frekwensi ini, seseorang tengah dalam kondisi terjaga dan didonimasi logika. Otak kiri aktif berpikir atau berkonsentrasi menghasilkan gelombang tinggi. Otak pun mengeluarkan hormon kortisol dan norefinerin memicu cemas, khawatir, dan stres. Akibat buruknya sejumlah penyakit mudah datang jika kita terlalu aktif di gelombang ini.

Alfa (8 Hz -13,9 Hz) Inilah tombol ikhlas yang dicari. Kondisi alfa adalah pintu masuk ke alam bawah sadar. Dalam status alfa, tubuh terasa nyaman, tenang, dan bahagia. Orang yang sedang rileks, melamun, dan berkhayal berada dalam kondisi alfa. Otak lebih optimal bekerja.

Theta (4 Hz – 7,9 Hz) Frekwensi ini menunjukkan seseorang dalam kondisi mimpi. Dalam situasi ini, pikiran menjadi kreatif dan inspiratif. Otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine, dan arginine- vasopressin.

Delta (0,1 Hz – 3,9 Hz) Frekwensi terendah. Memancar saat seseorang tidur pulas tanpa mimpi, tidak bisa merasakan badan, tidak berpikir. Otak mengeluarkan human growth hormone yang bisa membikin awet muda. Sumber

energi vibrasi

Gelombang Quantum

Dalam Diagram Hukum quantum berbunyi: “segala benda di alam semesta ini tersusun oleh quanta atau gelombang vibrasi“. Ada sesuatu yang khas dari gelombang quantum, yang akan cenderung berkolaborasi dengan gelombang lain yang memiliki frekuensi yang sama. Kenapa kita akan merasa nyaman saat berada di dekat orang-orang yang memiliki kebiasaan, hobi, latar belakang, minat, cara pandang dan spiritualitas yang sama dengan kita, ini dikarenakan memiliki frekuensi yang sama.

Kita ingat ingat kedekatan kita terhadap kawan-kawan dulu. Adakah yang sekarang masih akrab? Semakin banyak kesamaan yang kita miliki, maka semakin dekat perkawanan  dengan mereka.
Ruh manusia seperti tentara yang berbaris, dia akan mudah mengenali yang berbaju sama dengannya.Inilah sebuah fakta bahwa kita memiliki gelombang quantum yang berfrekuensi sama dengan orang lain. Orang-orang yang mempunyai kepentingan dan sifat yang sama, akan membuka pintu bila kita mengetuk pintunya. Hingga siapa engkau? lihatlah siapa kawan engkau.

Sekarang kita akan ketuk pintu yang lain, pintu dari Sang Empunya Maha – Tuhan Seru sekalian Alam. Ketika kita mengetuk pintu-Nya, Dia akan segera merespon apa yang kita inginkan. Tentunya ada trik tertentu yang harus kita lakukan. Pada tahapan ini, sebenarnya kita telah menyelam lebih dalam lagi.

Setelah pikiran dan perasaan, sebenarnya ada lagi dimensi yang lebih halus dari itu, yakni Hati – sumber spiritulitas tempat bersemayamnya God Spot. Bisa dikatakan inilah bagian paling dalam dari bilik quantum, yang menyimpan kebeningan atau malah juga kekeruhan sekaligus. Pemilahannya sepenuhnya berada di bawah kendali si pemilik hati.

Hati inilah kunci penentu apakah seseorang baik atau tidak. Hati yang sehat akan mudah menangkap gelombang-gelombang ketauhidan. Sedangkan hati yang sakit, akan menjadi tumpul terhadap suara-suara kebaikan dan begitu sensitif untuk melakukan kemaksiatan dan dosa. Kalau saja kita tidak menjaganya dengan baik, kita akan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam diri.

Bila digambarkan secara sederhana, hati laksana radio transmiter yang mampu menangkap gelombang quantum. Kita akan dapat mendengarkan pancaran energi kuanta alam raya. Sebenarnya energi  itu selalu memancar setiap saat, masalahnya apakah kita mau memutar channel-nya atau tidak?

Pada saat kita berdoa, pikiran sadar dan bawah sadar kita akan menimbulkan vibrasi yang sangat kuat. Frekuensi getarannya itu sangat ditentukan dengan tingkat iman seseorang. Besarnya energi vibrasi tersebut bisa diukur dengan alat-alat tertentu dan digolongkan dalam fase beta, alpha, delta, dan tetha.

Saat yang paling khusyuk berdoa, otak memasuki fase delta, di mana otak bawah sadar kita bekerja dan mengaktifkan gelombang kuanta tubuh yang lain. Sudah dibuktikan dengan berbagai eksperimen, saat seseorang yang sedang berdoa, energi vibrasi yang ‘dipancarkan’ otaknya bisa masuk ke frekuensi. Dalam saat yang bersamaan, akan ada respon balik. Maka sudah jadi jaminan bahwa Sang Maha Dari Segala Maha akan mengabulkan setiap permintaan hamba yang memohon kepada-Nya.

Pada waktu-waktu tertentu, sepertiga malam terakhir, adalah waktu paling mustajab melatih energy vibrasi. Penyerahan diri, doa, atau meditasi – zikir yang kita kirimkan ini adalah semacam gelombang pengumpan untuk mengubah bentuk kuanta yang ada dalam diri. Tapi yang melakukannya bukan diri kita lagi tapi energy vibrasi dari Yang Maha Berkehendak.

Sebagian besar rasa dan nafsu pada  manusia, senantiasa bermasalah.  Ini menjadi penghalang gaung energy vibrasi. Dalam bahasa psikologis penghalang ini disebut psychological reversal atau mental block, dengan istilah lain, ini adalah hati yang berpenyakit. Al-Ghazali – seorang filsuf, mengidentifikasi sebagai hati yang hampir mati, kalau sudah mati maka dia akan menolak kebaikan dan mencintai segala macam kemasiatan. Satu solusi yang ditawarkan Al-Ghazali untuk hati yang sudah mati, ganti dengan hati yang baru. Bagaimana cara mengganti hati?

Jawaban boleh saja: operasi hati. Bagaimana caranya? kita harus memiliki keberanian lebih untuk mengoperasi hati  itu dengan banyak-banyak berzikir dan berdoa. Namun sebelumnya kita harus mengamputasinya dengan tobat sebenar-benar tobat . Untuk selanjutnya, kita biasakan untuk banyak berzikir, berdoa dan juga bersedekah. Sedekah juga bisa dijadikan sebagai terapi penyakit hati, banyak-banyak bersyukur agar secara otomatis otak kita akan masuk pada fase khusyuk. Hati kita menjadi tentram dan lapang sehingga geteran vibrasinya sangat kuat.

Begitu juga dengan sedekah, ini adalah sebuah mekanisme yang sangat mengagumkan untuk menambah potensial energi vibrasi kuanta kesuksesan kita. Respon vibrasi Sang Pemilik Alam akan memberikan imbas vibrasi yang teramat cepat dari setiap sedekah yang kita keluarkan. Kuanta dari apa yang kita sedekahkan itu sebenarnya tidak berkurang tapi malah bertambah. Tanpa kita duga-duga, kuanta itu akan kembali kepada kita dalam jumlah yang jauh lebih besar. Dengan kekuatan yang besar itu, sangat memungkinkan untuk merubah nasib dalam waktu yang amat cepat. Inilah bukti kekuasaan  yang langsung dipertunjukkan di hadapan kita. Sejatinya sedekah itu adalah menambah energi kuanta Anda sendiri bukan menguranginya.

Dalam realitas kuantum, tak ada benda yang benar-benar padat (kita misalkan sebagai uang) semuanya hanya ruang hampa. Energi kuanta yang tak pernah diam itu akan bertambah besar bila volumenya diperbesar. Sedekah akan memperbesar volume kuanta yang kita miliki.

Dengan volume yang besar, tentunya di dapat mengubah apa saja termasuk nasib. Sedekah adalah modal nyata untuk menumpuk kekayaan material dan spiritual dalam diri kits.

Energi ini terletak di dalam wilayah kundalini yang ada di dalam tubuh manusia, dan merupakan energi penyatuan antara jiwa dan raga manusia. Tanpa adanya energi vibrasi ini, manusia tidak akan bisa menjalani kehidupan ini dengan baik. Perasaan takut, cemas, khawatir dan tekanan yang lainnya akan mudah dirasakan manusia ketika tidak memiliki energi vibrasi ini.*

2 responses to “Energi Vibrasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s