Parapsikologi

Penelitian awal tentang parapsikologi dilakukan oleh Society for Psychical Research (SPR) yang didirikan di London pada 1882. Pembentukan SPR adalah upaya sistematis pertama untuk mengorganisir para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan kritis dan berkelanjutan terhadap fenomena paranormal. Keanggotaan awal dari SPR termasuk para filsuf, sarjana, ilmuwan, pendidik dan politisi.

Pada tahun 2007, penelitian parapsikologi diterapkan di sekitar 30 negara dan sejumlah universitas di dunia memiliki program akademik parapsikologi. Di antaranya adalah Unit Parapsikologi Koestler di Universitas Edinburgh,Pusat psikologi untuk penelitian fenomena paranormal Universitas Derby, Unit Penelitian Kesadaran dan Psikologi transpersonal dari Liverpool John Moores University, Pusat untuk Studi Proses Psikologis anomali di Universitas Northampton dan Unit Penelitian Psikologi anomali di Goldsmiths, University of London.

Parapsikologi adalah cabang Psikologi, adalah kajian ilmiah tentang fenomena psi. Dalam parapsikologi, fenomena psi betul-betul dipelajari dalam prosedur penelitian ilmiah yang ketat dan terukur. Istilah ini diadopsi oleh JB Rhine pada tahun 1930 sebagai pengganti istilah psychical research.

Parapsikologi hanya mempelajari fenomena paranormal (para: atas, di luar, di samping, sebaliknya + norma) yang berkaitan langsung dengan fisiologi maupun kognitif manusia, yang termasuk diteliti adalah:

  • Telepati : Transfer informasi tentang pikiran atau perasaan antara individu dengan cara lain daripada panca indera klasik .
  • Prekognisi : Persepsi informasi tentang tempat-tempat masa depan atau kejadian sebelum terjadi.
  • Clairvoyance : Memperoleh informasi tentang tempat-tempat atau acara di lokasi terpencil.
  • Psikokinesis : Kemampuan pikiran untuk mempengaruhi materi, waktu, ruang, atau energi.
  • Pengalaman menjelang kematian : Sebuah pengalaman yang dilaporkan oleh orang yang mendekati sakratul maut, atau yang mengalami kematian klinis dan hidup kembali.
  • Reinkarnasi : Kelahiran kembali jiwa atau non-fisik aspek manusia kesadaran dalam tubuh fisik baru setelah kematian.
  • Pengalaman Apparitional : Fenomena sering dikaitkan dengan hantu dan ditemui di tempat-tempat individu yang meninggal diperkirakan telah sering dikunjungi, atau berkaitan dengan barang-barang bekas orang tersebut.

Di masyarakat, berkembang juga berbagai macam ilmu tentang astrologi, sihir, dan sulap. Namun, hal-hal tersebut “bukan studi ilmiah” sehingga harus dibedakan dengan parapsikologi.

Klasifikasi dari Fenomena Psi, dalam bentuk lain, bisa diterangkan sebagai berikut:

Gambar

Kapasitas Psi:

Extrasensory Perception (ESP)

ESP adalah persepsi yang muncul tanpa melibatkan proses sensoris umum seperti mendengar, melihat, meraba, merasa, dan mencium.E.S.P singkatan dari extra sensory perception ,merupakan istilah ilmiah untuk kekuatan psikis manusia. ESP diyakini mampu membuat seseorang melakukan paling tidak salah satu dari hal – hal berikut:

1. Clairvoyant ( mengetahui keadaan sesuatu di tempat lain dan melihat unknown)

 Kemampuan ini serupa dengan kemampuan GPS atau Google Earth yang mampu mendeteksi hal-hal yang terletak jauh dari kita. Saya jadi teringat kisah seorang kerabat yang mencari jasa seorang dukun untuk mengetahui letak sepeda motornya yang dicuri orang. Dukun tersebut mungkin saja memiliki kemampuan clairvoyance.

 2. Precognition (Melihat masa depan )

 Precognition (dari bahasa Latin prae, “sebelum,” + cognitio,” memperoleh pengetahuan”), juga disebut Future Sight, mengacu pada persepsi yang melibatkan perolehan informasi masa depan yang tidak dapat di deduksi dari saat ini dan biasanya diperoleh berdasarkan informasi rasa. Sebuah istilah terkait, firasat, mengacu pada informasi tentang peristiwa masa depan yang dianggap sebagai emosi. Istilah yang biasanya digunakan parapsikologis untuk menunjukkan proses ekstra persepsi, termasukclairvoyance. Berbagai proses psikologis, tidak mengacu pada psi, juga telah ditawarkan untuk menjelaskan fenomena.

 3. Retrocognition (melihat masa lalu )

 Retrocognition adalah kemampuan kebalikan dari Precognition.

4. Psikometri (melihat sejarah benda – benda dengan sentuhan)

 Psikometri adalah seni merasakan energi-energi yang terpancar dari benda mati. Seseorang yang sudah mengembangkan anugerah kemampuan psikometri dapat merasakan energi dari benda yang dipegangnya dan membaca energi tersebut untuk memperoleh informasi.

 5. Telephaty (merasakan hati manusia yg terdalam)

 Telepati, yakni kemampuan untuk menyampaikan pesan pikiran kepada orang lain tanpa berbicara atau memberi isyarat. Orang yang memiliki ‘kekuatan’ ini mampu membaca pikiran orang lain. Semisal ketika dua orang bermain kartu, maka orang dengan kemampuan telepati dapat ‘membaca’ kartu apa yang akan dipilih oleh lawan mainnya.

 6. Hipnotis (mempengaruhi mahluk lain)

Hipnotis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.

  • hipnotis adalah teknik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance hipnotis.
  • hipnotis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas (daya terima saran) meningkat sangat tinggi.
  • hipnotis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha dan Theta.
  • hipnotis adalah seni komunikasi untuk meng-eksplorasi alam bawah sadar.
  • hipnotis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.

 7. Telekinetik ( mempengaruhi benda )

yakni kemampuan untuk menggerakkan benda hanya dengan kekuatan pikiran; tanpa sedikitpun menyentuhnya. Dengan kekuatan ini seseorang bahkan dapat memecahkan gelas hanya dengan menatapnya.

 Penjelasan logis atas ESP telah diupayakan oleh beberapa ahli sejak beberapa dekade lalu, dan tetap menjadi kontroversi hingga saat ini. Para pendukung ESP menyatakan bahwa kemampuan ESP cenderung muncul saat individu dalam keadaan rileks, setengah sadar atau setengah tidur, melamun, ataupun di bawah pengaruh hipnotis. Pendapat lain yang berasal dari gerakan new age menyatakan datangnya ‘generasi baru’ di tengah peradaban yang memiliki kemampuan ESP. Generasi ini dinamakan anak-anak indigo -dinamakan demikian karena diyakini memiliki warna aura biru gelap keunguan alias indigo – dan anak-anak kristal atau pelangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s