Mengungkap Kebohongan

image

Ada beberapa faktor kenapa orang berbohong :
1. Faktor kepribadian, yakni adanya pribadi-pribadi tertentu yang cenderung untuk selalu berbohong
2. Faktor konteks sosial, yakni adanya konteks sosial tertentu yang membuat orang melakukan kebohongan.
3. Faktor kemanfaatan bagi pembohong, yakni adanya kemanfaatan yang dicapai bagi pelaku kebohongan.Terutama jika kebohongan itu memberikan keuntungan bagi si pelaku.
4. Faktor kemanfaatan bagi orang lain yakni adanya kemanfaatan bagi orang lain. Terutama bagi orang yang dianggap penting bagi dirinya.

Faktor kepribadian penyebab kebohongan

Benarkah kepribadian seseorang sangat berperan penting dilakukannya suatu kebohongan? Lalu benarkah ada kepribadian atau karakter yang menganggap bohong wajar dilakukan dan menjadi rutinitas sehari-hari? Biasanya, mereka yang melakukan kebohongan jauh lebih banyak daripada umumnya orang disebut pseudologia fantastica. Adapun kecenderungan patologis untuk secara rela dan sadar berbohong dan membuat cerita khayalan disebut mythomania. Gejala ini akan tampak jika orang yang berbohong dihadapkan pada fakta yang sebenarnya. Bagi mereka yang mempunyai karakter maniak, akan berusaha mempertahankan kebohongannya sebisa mungkin dengan argument-argumen pendukung yang sengaja ia cari atau ia ciptakan untuk memperkuat alibinya.

Para penderita mythomania memiliki kecenderungan sangat kuat untuk membuat cerita bohong pada orang lain namun bukan karena ingin membohongi. Mereka berbohong lebih karena keinginan mendapatkan perhatian lebih besar. Jadi, bila Anda mengalami keinginan sangat kuat untuk lebih diperhatikan oleh orang lain, lalu karenanya mengarang cerita bohong, dan Anda sering melakukannya maka Anda, mengalami mythomania.

Menurut beberapa psikolog, ada tipe kepribadian tertentu yang cenderung untuk melakukan kebohongan lebih banyak daripada orang lain. Berbeda dengan mythomania yang merupakan kecenderungan karakter orang yang hanya ingin diperhatikan. Suatu kepribadian tertentu yang dianggap normal namun cenderung untuk lebih mudah berbohong. Seperti apakah kepribadian tersebut?

Jika anda menemui orang yang suka memanipulasi baik itu ucapan maupun tindakannya itulah kepribadian manipulatif suatu karakter yang lebih suka memanipulasi segala sesuatu, Orang seperti ini lebih memperhatikan penampilan psikis maupun fisik namun lebih mudah melakukan interaksi sosial dengan orang lain (sociable). Hasil penelitian dari para ahli menemukan bahwa orang dengan karakter ini lebih memiliki tingkat kebohongan yang tinggi. Anda boleh percaya dan waspada jika bertemu dengan orang dengan tipe kepribadian tersebut, walaupun untuk pembuktian apakah ia berbohong atau tidak anda harus bekerja keras mencari pembuktian.

Ada beberapa tipe pembohong :

1. Pembohong Sesekali

Kita semua pasti pernah melakukan kebohongan selama hidup. Pembohong sesekali tidak biasa berbohong, hanya karena beberapa alasan mereka melakukannya, mungkin karena ingin melindungi dirinya, temannya, orang yang ia cintai atau seseorang yang lain. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi suatu kenyataan. Pembohong sesekali memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya sehingga tampak masuk akal. Tetapi karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya tetap memperlihatkan banyak tanda/sinyal yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Sehingga tidak terlalu sulit mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.

2. Pembohong Berkali-kali

Pembohong berkali-kali adalah orang-orang yang berbohong ‘dengan teratur’. Tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan karena mereka berbohong sepanjang hidupnya. Tetapi mereka sebetulnya menyadari bahwa mereka berbohong. Orang-orang ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.

3. Pembohong Alami

Pembohong alami adalah orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong. Bahasa tubuh mereka pun terlihat sangat alami, karena terbiasa berbohong. Namun ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahasa tubuhnya memperlihatkan adanya kontradiksi yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Tipe pembohong alami agak mirip dengan pembohong berkali-kali. Mungkin anda pernah mendengar istilah ’sok tahu’, ya ini adalah salah satu contoh tipe pembohong alami.

4. Pembohong Professional

Jenis pembohong ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui kita. Mereka mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan. Mereka membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang terlewatkan oleh mereka. Kita dapat mengetahui hal-hal kecil tersebut dengan sering mengamati tentu saja. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah salesman, mohon maaf sebelumnya yang saya maksudkan disini adalah salesman yang terlalu berlebihan mempromosikan suatu produk padahal produknya sendiri mempunyai kualitas yang sangat rendah. Contoh yang lain adalah para politikus yang korup, mereka sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.

Untuk mengenali seorang yang sedang berbohong, kita bisa mengamati:

 

1. Posisi tubuh, dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.

2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi atau diwawancara.

3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :

 Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.

 Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.

 Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.

 Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dan kepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.

 Terlalu banyak aksi-aksi ’terkesan akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.

 

Satu lagi, sebuah kata bijak yang sangat populer mengatakan bahwa ketika seseorang berbohong akan terlihat jelas di matanya. Cara ini perlu pengamatan berulang-ulang dari satu personal, dan membandingkan dengan personal lain secara berulang-ulang.

imageimageimage

Karenanya, Ekspresi dan sikap tubuh seseorang, sebenarnya tidak terlepas ada yang terjadi dengan diri seseorang itu.

Disgust (jojok) yaitu rasa jijik, anger (marah) yaitu ekspresi kemarahan, fear (takut), sadness (sedih), happiness (bahagia), surprise (terkejut) dan contempt (berbulu pedal) yaitu ekspresi benci; merusakan gambaran wajah yang sulit disurukkan meski disembunyikan sepiawai mungkin.

image

image

image

Misalnya saja seseorang yang sedang berdusta, acapkali juga melakukan gerakan yang tak sejalan dengan ucapannya, sadar atau tanpa disadari.

image

image

Suatu kali Saya bertanya pada seseorang kawan,
“Apakah Tuan yakin kalau Tuan tak bersalah?”.
“Ya!”, katanya sambil menggelengkan kepala. Inilah ketidaksinkronan gerakan tubuh dengan ucapan.
Secara wajar, kata “Ya” akan memerintahkan fikiran dan hati untuk sejalan dengan gerak menganggukan kepala.

Gerak bahu yang tidak simetris juga bisa diamati bahwa ini adalah seseorang yang sedang berbohong .

Manakala suasana elok nan penuh keterbukaan, bila seseorang menjawab, “Saya tak tahu” maka gerakan bahunya biasa terangkat simetris kedua-duanya.
Namun, dalam kondisi tekanan dan ketertutupan, hal tersebut tidak akan terjadi. Bahu hanya akan terangkat satu sisi saja karena biasanya orang berbohong tidak yakin akan jawabannya.

Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang , kita akan dapat menguasai komunikasi atau kita dapat mengetahui hal sebenarnya walaupun lawan bicara kita sedang menutupi sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh kita. Ekpresi ini tidak bisa disembunyikan , apapun bahasanya , dimanapun asalnya , Ekspresi mikro bersifat universal, jadi banyak faedahnya yang dapat kita lakukan jika kita mengetahui ekpresi dari orang-orang disekitar kita.

image

1. Face touching
Face touching atau menyentuh wajah biasa dilakukan dengan cara meletakan tangan di dagu, meletakan tangan di pipi, menutup mulut dan lain sebagainya. Ini mencerminkan ada sesuatu yang disembunyikan dan ada informasi yang tidak ingin disampaikan.

image

2. Hand touching
Hand touching atau menyentuh tangan misalkan, mengengam tangan, menggaruk-garuk tangan, menggigit-gigit jari, melipat tangan dan lain sebagainya. Hal ini kadang mencerminkan bahwa ada lagi gugup tidak tenang, tidak percaya diri, atau ada sesuatu yang disembunyikan juga.

image

3. Crossing arms
Crossing arms atau melipat tangan di depan dada atau di atas perut sering dilakukan oleh kita dan memang mencerminkan sikap tertutup, ada batasan, arogan atau defensif.

image

4. Leaning backward
Posisi badan yang agak cenderung dicondongkan ke belakang atau dibungkukkan juga bisa mencerminkan sikap kurang bisa dipercaya. Apa lagi jika dikombinasikan dengan ketiga bahasa tubuh diatas.

image

Micro Expression merupakan sebuah ekspresi singkat pada wajah yang sesuai dengan emosi yang sedang terjadi. Ini biasanya lebih mudah dapat disibak ketika manusia dihadapi oleh dalam situasi berisiko tinggi, saat orang-orang akan kehilangan sesuatu misalnya hilangnya harga diri.

Micro expression mengungkapkan emosi universal berupa:
jijik, marah, takut, sedih, bahagia, terkejut dan benci .
Ini dapat terjadi secepat 1 / 25 Detik.

Inilah micro expression yang bukan seperti expresi biasa , micro expression sulit di sembunyikan karena otot otot wajah bergerak secara tak sadar, sama setiap manusia karena manusia di seluruh muka bumi memiliki otot otot yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s