PENYAKIT BERHUBUNGAN DENGAN AKHLAK & TABIAT HIDUP

image

Perasaan dan fikiran dapat menyebabkan munculnya gejala fisik. Contohnya saja, manakala merasa takut atau gundah gulana, bisa muncul tanda-tanda seperti denyut jantung menjadi cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, nafas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung.

Gejala fisik tersebut disebabkan oleh meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik tadi.

image

Setakat kini, bagaimana persisnya fikiran bisa menyebabkan gejala lainnya dan memengaruhi penyakit fisik yang sebenarnya belum diteliti secara seragam. Boleh jadi karena impuls saraf yang arahnya menuju bagian-bagian tubuh, atau otak yang diduga dapat memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh.

Pada penderita gangguan psikosomatis, setiap penyakit fisik pasti ada pengaruh dari sisi mental. Ini karena cara orang bereaksi dan mengatasi suatu penyakit sangat bervariasi.

Penyakit mental bisa jadi juga akan berpengaruh pada fisik seseorang. Ketika menderita penyakit mental, mungkin jadi tidak bernafsu makan, malas beraktivitas, atau enggan mengurus diri sendiri. Akibatnya, masalah atau penyakit fisik pun jadi bermunculan.

Prilaku dan akhlak tentu saja bagian dari sikap mental manusia yang menghubungkan fikiran, rasa, dan fisik, hingga penyakitpun bisa muncul dari akhlak dan tabiat hidup. Walau sebagai orang tradisi, gangguan gaib pun boleh jadi bisa menyebabkan penyakit pula.

image

Anemia (kekurangan sel darah merah, Hb rendah) = Sering marah tersimpan pada pasangan atau pada orangtua hampir tiap hari kesal.

Alergi = Punya keinginan yang kuat disertai dengan kekesalan; ada amalan yang tidak tepat untuk keselamatan.

Amandel = Suka menyimpan amarah; marah yang tertahan.

Ambien = Emosi berlebihan bila ada masalah dalam keluarga; biasanya terlebih dahulu diam, kemudian meledak.

Anyang-anyangan (Kebas/Kesemutan) = Apa yang diinginkan supaya tercapai.

Asam Urat = Prinsipnya tidak bisa diarahkan (kaku, tidak mau kurang lebih); Susah diberi masukkan.

Asma = Emosi tertekan dan tertutup.

image

BAB berdarah = Emosi tinggi, cepat marah.

BAB dan kencing panas = Kesal karena punya keinginan yang kuat tetapi tidak tercapai.

BAB sering = Sering merepet/ngomel (misalnya merepet dalam rumah tangga).

BAB tidak lancar = Sering menyimpan masalah, tidak dibicarakan; Pendiam, tidak suka bicara, menyimpan kekesalan.

Badan lemas = Ada kekhawatiran yang tinggi (takut berlebihan) dalam fikiran.
Badan panas,

Badan Pegal, Gerah, & Tak kuasa berdiri / berjalan = Selain sebab aktifitas fisik, ada pula disebabkan karena memakai ilmu atau amalan yang salah.

Badan sakit-sakit (gejala stroke) = Suka tersinggung, suka kesal (walau sedikit) dalam menghadapi pekerjaan.

Batuk-batuk = cerewet, segala sesuatunya dikomentari; Banyak bicara, keras dan kasar.

Batuk flu = Sering tidak peduli pada lingkungan.

Bau badan = Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “menyerang” dan malas.

Bau mulut = Biasanya mempunyai sifat yang bicaranya tidak enak atau suka bikin tersinggung (menyakiti) orang; banyak fikiran.

Benjolan di dekat telinga kiri = Suka kesal bila mendengan sesuatu yang tidak cocok di hati (cepat tersinggung).

Benjolan di kaki = Punya keinginan kuat; kaku keras kepala.

Benjolan di leher, Gondok = Jarang bicara, tapi sekali bicara pedas.

Benjolan di leher kiri = Banyak amarah, kalau berbicara suka ngotot.

Benjolan di lutut = Sering kesal, bila nasihatnya tidak dituruti.

Benjolan di pita suara = Sering ingin menasihati pasangan tetapi tertahan tidak jadi terkatakan, akhirnya jadi tersimpan.

Benjolan di rahim = Sering kesal pada suami atau ayah.

Benjolan di telapak kaki = Kesal yang disimpan sampai kini.

Bisul di kepala = Ambisi tinggi dan berlebihan untuk dikerjakan.

Bisul di pantat = Ambisi tinggi tetapi tidak dikerjakan.

Bisul di perut bawah = Kalau ada keinginan sering bersikukuh (ambisi tinggi).

Bronchitis, Batuk terus = Agak pendiam dan gampang tersinggung; Kalau marah diam saja.

image

Dada berdebar = Ada ketakutan berlebih (misalnya pada pasangan); mempunyai amalan salah.

Dada panas = marah dipendam, tertekan.

Dada sesak dan darah tinggi = Cenderung pendiam, cepat emosi, gampang tersinggung, marah tersimpan.

Dada sesak dan panas = Amalan salah atau marah yang disimpan.

Darah mengental = Banyak diam, ada kekesalan, cepat putus asa dan kurang senyum.

Darah rendah = Sering cemas, pertimbangan berlebih, ragu-ragu dan tidak ada penyelesaian masalah, masalah sering didiamkan saja.

Darah tinggi (Hypertensi) = Emosi tinggi, tak mau kalah, cepat tersinggung; Suka tergesa-gesa dan sering kesal.

Dengkul & persendian sakit, asam urat = Punya keinginan yang kuat (tekun tak terarah); Kaku dalam pekerjaan, tak mempunyai nilai tawar, Bila berdebat susah mengalah.

Diabetus Melitus = Bila punya keinginan, terlalu bersikukuh, Jika menasihati orang, harus dituruti, bila tidak, marah dan kesal; Kalau dinasehati orang, tidak mau menerima, Solusinya paling benar.

Diabetes diseret si Katarak & Glaukoma = Selalu menolak nasehat pasangan.

Diabetus, Dada sesak, Telinga kiri agak tuli = Sering meradang/mengamuk pada suami atau pasangan.

Diare kronis = Gampang marah bila ada masalah di keluarga.

Dinding rahim menebal = Tidak mau dengar nasihat/masukan orang.

Demam / Demam berdarah = Pendiam dan gampang tersinggung.

image

Flu/Filek = Sedikit-sedikit dimasukkan kefikiran dengan serius; Terlalu serius (penuh emosi) dalam memandang dan memikirkan sesuatu. Usah menyalahkan cuaca, karena semuanya rahmat Ilahi.

Gagal ginjal, Batu ginjal = Sering kesal pada sesuatu pandangan.

Gatal (alergi) = Keinginan kuat (ambisius) disertai emosi; Amalan salah; atau ada juga karena gangguan jin.

Gatal / Kutu air di jari kaki kiri = Kalau melihat keluarga orang lain, suka mengkritik (kaki berhubungan dengan pekerjaan, kiri berhubungan dengan keluarga, jari berhubungan dengan kerapian).

Gatal pindah-pindah = Amalan salah.

Ginjal = Tidak dapat membedakan mana yang baik (benar) mana yang buruk (salah); kesal pada pasangan.

Ginjal/prostat sakit = Ada rasa takut pada istri; Suka diam menyimpan kesal; Cepat tersinggung.

Ginjal kanan bengkak, penyempitan saluran kencing (ureter) = Kalau ada masalah di keluarga (pada orang tua atau pasangan) sering kesal tapi diam.

Glaukoma = Menyimpan marah yang sangat kuat (kesal sekali) pada pasangan, orang tua atau rekan kerja.

image

Haid terus menerus = Dalam berbicara dengan suami atau anak meledak-ledak; kalau ada keinginan sering dipendam kalau dikeluarkan penuh emosi dan meledak-ledak.

Halusinasi = Amalan salah, punya obsesi dan sering melamun.

Hamil di luar kandungan = Istri dingin pada suami, kurang menyayangi suami, rasa sayang pada suami tidak tampak.

Hamil, janin sungsang = Ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan kesal.

Hamil, ketuban pecah dini = Istri mempunyai rasa kesal sekali sama orang tuanya terutama ibunya; suaminya ada rasa marah sama ayahnya.

Hati, ada benjolan= Bila dinasihati diam tapi menolak nasihat.

Hati sakit = Susah menerima nasihat.

Hematemesis, keluar darah di hidung dan telinga = Pendiam, suka melamun.

Hepatitis = Suka mencari kesalahan orang lain; Menyimpan dendam dan kekesalan; Kekesalan yang kuat pada orang tua atau pasangan.

Hernia = Emosi terpendam, keinginan yang salah, terlalu memaksakan; Keinginan tinggi tidak tercapai; Keinginan kuat, introvert.

Herpes (penyakit kulit) = Kalau ada masalah di dalam keluarga mencari solusinya bercampur emosi (marah).

Hidung bengkak = Sering jengah apabila melihat pekerjaan anggota keluarganya yang tidak cocok dengan keinginannya.

image

Indung telur bermasalah = Ada kesalahan pada ibu.

Infeksi/radang saluran kencing = Kalau punya keinginan sering ngotot dan disertai emosi.

Jantung sakit = Yakin berlebihan terhadap prinsip sendiri yang beda dan belum tentu benar.

Jantung bengkak = Sering menyombongkan diri; Egois, keinginan kuat; Menyimpan marah tapi diam.

Jantung berdebar kuat = Menyimpan khawatir (takut) yang kuat, marah, atau putus asa.

Jantung berdebar, susah tidur = Ada kesalahan pribadi. Sebelum tidur mohon keampunan pada Ilahi + do’a.

Jantung bocor = Pendiam, bila marah sering tertahan dan meledak saat marahnya keluar; Suka ngejek, emosi dipendam ; Marah yang kuat pada pasangan.

Jantung koroner = Sering kesal dan merepet pada pasangan atau anak.

Jantung, penyempitan pembuluh jantung, sesak napas = Menyimpan kesal pada istri.

Jantung, sesak di dada kiri = Sering marah sama istri.

Ibu jari sakit = Suka memaksa dan menekan orang.

Jerawatan = Kurang bersosialisasi dengan lingkungan.

Jerawat di dahi = Ada sesuatu di fikiran yang tidak tersampaikan.

Jari tangan kaku, tak dapat memegang = Suka kesal dan geregetan.

Jodoh lambat = Sering meremehkan lawan jenis; Suka kesal pada orang tua ; (Perempuan) berprasangka buruk (suudzon) pada ayah.

Gampang terkejut = Sering bingung.

image

Kaki gajah = Punya keinginan, tetapi tidak dikerjakan (ragu-ragu).

Kaki kanan sakit (ngilu) = Kesal karena menasehati anggota keluarga, tapi tidak diindahkan.

Kaki patah = Suka putus asa, suka kesal pada anak, diam.

Kaki kebas, telapak kaki kesemutan = Amalan salah.

Kaki lumpuh tiba-tiba = Sering kesal pada ayah/suami dan merajuk dengan diam.

Kaki sakit, telapak kaki sakit = Sering marah (dalam rumah tangga) ; Sering merendahkan pasangan.

Kaki sakit di telapak kanan = Sering ragu-ragu.

Kaki sakit, kebas = Amalan salah, pernah minta ilmu yang salah amalannya. ke dukun yang tidak bersumber Ilahiah.

Kaki/sendi sakit = Mau menang sendiri, suka ngotot (tekun hanya pada pendirian sendiri yang tak kompromis).

Kaki/lutut kanan sakit = Kesal akibat punya keinginan yang kuat tentang suatu kebaikan yang disampaikan pada anggota keluarga, tetapi tidak direspon atau tak tercapai hasrat.

Kaki/lutut nyeri/sakit = Mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan kesal atau marah; Beberapa tahun sebelumnya, saat mengatur rumah tangga agak keras/kaku, tidak mau dengar pendapat anggota keluarga lainnya. Prinsipnya pantang ditentang, jadi kesal dan mengesalkan.

Kaku perut = tak mau mendengar.

Kandungan (peranakan) turun = Punya keinginan kuat pada suami atau ayah atau anak, tetapi tidak bisa diutarakan ; Menerima dengan rasa putus asa dalam rumah tangga.

Kanker di dada = Gampang tersinggung, bila ada masalah dengan pasangan tidak mau dibicarakan (diselesaikan).

Kanker di kaki kiri = Sangat emosional, pemarah, sering kesal dalam pekerjaan.

Kanker di ketiak = Acapkali kesal dalam pekerjaan.

Kanker gusi = Sering mendiamkan (tidak membicarakan / tidak menyelesaikan) masalah dan memendam.

Kanker hati = Suka marah bila dinasihati.

Kanker nasoparink, benjolan di leher, mimisan = Agak pendiam, sering kesal pada orangtua atau pasangan bila merasakan sesuatu yang tidak cocok di hati.

Kanker otak = Kesal pada orang tua.
Kanker payudara = Pendiam, masalah suka disimpan, kekesalan yang lama; Sering marah-marah terhadap suami atau anak; Keinginan yang meledak-ledak; Bila punya keinginan sulit disanggah.

Kanker rahim = Sering kekesalan dipendam (diam) pada anak atau orang tua; Suka marah, merepet (ngomel).

Kanker servik = Hobby merepet sama anak atau suami.

Kanker/tumor otak = Kekesalan yang kuat sekali dan terus menerus pada pasangan.

Kanker usus = Mau menang sendiri dan tak gampang menerima, semaunya sendiri, suka merajuk.

Katalasia, sulit menelan = Kalau ada masalah suka diam; Suka membantah nasihat, merasa benar sendiri.
Keguguran = Ada kekesalan kepada Ibu atau pada suami sampai beberapa hari; Ada ketakutan yang sangat tinggi.
Kejang-kejang = Kekesalan yang difikirkan dengan penuh emosi; Fikiran kurang baik.
Keloid (penebalan kulit di bekas luka) = Keinginan tinggi, tetapi banyak ragu
Kencing tidak lancer; Kalau ada masalah tidak mau langsung mencari solusi, tapi didiamkan dulu 1-2 hari.
Kepala belakang sakit = Sering kesal dan marah (pada istri yang tidak mau menurut); Cepat emosi.
Kepala belakang sakit, kaku di leher sampai tulang belakang = Kesal pada pasangan, lalu uring-uringan (grumpy) pada pasangan.
Kepala depan sakit = Berfikir yang bukan-bukan.
Kepala kanan sakit = Sering menganggap salah fikiran orang lain, merasa benar sendiri; Pemarah.
Kepala kiri pening = Sering curiga, sering khawatir, negative thinking.
Kepala samping sakit = Tidak mau mendengar pendapat orang.
Kepala tengah sakit = Berfikir berhari-hari, menyimpan masalah yang selalu difikirkan.
Kepala migrain = Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking).
Kepala pening (Vertigo) = Tidak fokus dalam diskusi, sukanya mengalihkan topik pembicaraan; Kesal serta merendahkan buah fikiran atau pendapat dan pandangan orang lain; Gampang marah; Tidak mau mendengar nasihat; Bila dinasihati pikirannya kemana-mana; Amalan salah.
Kepala sakit dan sering mengigau = Bila ada masalah suka diam dan fikiran menerawang entah kemana-mana.
Kepala sakit seperti dipukul-pukul = Gangguan jin karena sering melamun/ fikiran menerawang entah kemana-mana; Pernah kesal yang difikirkan terus, tidak diungkapkan, sering melamun.
Kepala (semua) sakit = Keinginan yang kuat untuk mendapat sesuatu yang belum tersampai; Sering marah dan kesal pada seseorang.
Kepala sakit seperti ditusuk-tusuk jarum = Sering berperasangka buruk.
Kejang = Marah yang disimpan, kekesalan.
Kencing perih = Sering marah walau diam (dipendam) pada pasangan.
Keputihan = Sering merepet pada suami.
Keringat banyak = Sering terburu-buru dan khawatir.
Keringat Dingin = Terlalu Santai.
Terkilir = Ada perbuatan yang mendekati kepada hal yang tidak baik.
Kebas di kepala sampai pundak = Suka melamun, bila ada masalah tidak dicari solusinya tetapi dipikir terus, akhirnya dimasuki jin di kepala.
Kebas (baal) di tangan =Kesal pada pekerjaan.
Kebas/Kesemutan di kaki kanan = Suka marah dan kesal bila nasihatnya pada anggota keluarga tidak dituruti; Amalan salah.
Kista / Miom = Kesal pada suami atau orang tua.
Kolesterol = Punya pendapat tak mau disanggah.

Kram = Sering kesal yang berhubungan dengan lingkungan kecil, seperti di rumah, atau tempat yang waktu banyak dihabiskan disitu.
Kram di ulu hati (maag kronis) = Bila ada beda pendapat dalam rumah tangga, selalu kaku dan diam (tidak mencari solusinya).
Kulit melepuh (seperti) terbakar = Punya keinginan kuat/ngotot disertai emosi, bila tidak tercapai akan marah/kesal.
Kulit mengelupas = Amalan salah, memakai ilmu keselamatan diri.
Kulit sensitif (bila digigit nyamuk sering menjadi borok) = Cepat tersinggung.
Kurang darah merah = Gampang marah dan gampang tersinggung.

image

Lambung mengeras = Gampang tersinggung.
Latah = Sebagian besar otak yang mengatur motorik dikuasai jin (diganggu jin).
Leher bengkak = Kesal (diam) dan tidak mau mencari solusi dalam permasalahan.
Leher dan belikat sakit = Sering marah pada orang lain dalam hal pekerjaan.
Leukimia = Sering kesal pada pasangan dan diam (disimpan lama).
Leher sakit = Suka berpaling = Menyimpan dendam = Sering marah dan kesal.
Leher (teroid) bengkak = Bila berbicara suka ngotot dan kurang kesabaran.
Lever = Suka mencari kesalahan orang lain = Suka dendam = Sering kesal (diam), jarang senyum.
Lever mengeras = Gampang tersinggung.
Lidah bengkak = Tidak suka menerima nasihat.
Limpa sakit/bengkak = Sulit menerima nasiat terutama dari pasangan dan anak.
Limpa, Hati, Empedu sakit= Menyimpan kekesalan (dongkol) yang kuat sekali.
Lipoma, benjolan di kulit = Punya keinginan kuat, pendiam, kurang komunikasi.
Lumpuh = Pemalas/malas = Sering merasa putus asa.
Lutut sakit = Ada kekakuan (selalu ngotot) dalam rumah tangga.

ruwatan pitunang marwah

Maag, mual, muntah, perih, ulu hati sakit = Suka membantah; Sering marah dan menolak bila dinasehati pasangan; Gampang kesal dalam keluarga; Tidak suka menerima nasehat orang lain terutama dalam keluarga.
Mabuk (kendaraan), biasanya sejak anak-anak = Salah satu orang tua suka marah/kesal yang disimpan (diam).

image
Mandul = Sering marah, kesal dan menolak pada suami.
Mandul, belum dapat hamil, ada infeksi pada saluran indung telur = kesal pada ibu/mertua atau suami.
Mandul, rahim sempit = Sering menutup diri dari ayah, tidak suka bicara pada ayah.
Mandul, sperma encer = Suami sering mengobral janji.
Mandul, sperma kepalanya terpotong/tidak normal = Bila memberi nasehat sering keluar jalur.
Mandul, sperma kurang = Agak pendiam (tertutup), diajak bicara sering blank (tak nyambung).
Mandul, sperma lambat geraknya = Pendiam, kurang inisiatif, kurang ikhlas dalam pekerjaan di rumah tangga, takut sama istri.
Mandul, susah punya anak = Kurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan (dingin); Banyak diam, kurang inisiatif.

image
Mata bermasalah = Sering meremehkan nasehat dari istri.
Mata berkabut = Suka tidak menghiraukan nasehat orangtua.
Mata buta = Sering menganggap remeh (tak acuh) pada nasehat/pendapat orang lain.
Mata gatal = Cepat bereaksi (geregetan) terhadap lingkungan yang tidak cocok dengan hati. Mata berhubungan dengan keinginan yang kuat, mata kanan berhubungan dengan kebaikan, mata kiri berhubungan dengan keburukan. Kalau disertai emosi (marah) akan jadi mata merah dan panas/sakit.
Mata kabur = Tidak suka dinasehati oleh orangtua.
Mata kanan sakit = Kesal, marah tapi diam bila melihat sesuatu yang tidak cocok.
Mata katarak = Suka menolak nasehat orang, diam dan kesal; Memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat yang baik dari pasangannya.
Mata, kelopak mata tertutup = Sulit atau tidak suka menerima nasehat orang lain.
Mata, retina berair, pandangan kabur = Kesal, diam dan sedih bila melihat sesuatu yang tidak cocok di hati; punya pandangan/prinsif yang keras.
Mata terasa mengganjal = Sering kesal bila melihat sesuatu hal yang tidak cocok di hati.
Mata minus = Memandang sesuatu selalu serius.
Mata plus = Kurang mendalam menghadapi sesuatu masalah.
Menggigil sesudah mandi, atau bila kena air = Sering kesal pada suami dan anak; Amalan salah
Mens (haid) banyak = Suka membantah bila dinasehati.
Muka kaku = Punya masalah, tak ada solusinya, kesal dan suka melamun.
Masuk angin = Suka merepet, sering kesal yang dipendam, marah kecil tapi sering.
Miom di rahim = Sering kesal, mau mengutarakan namun tak dibicarakan jua.

image

Osteoporosis = Suka ngotot bila punya keinginan, tidak peduli pendapat orang lain.
Paha kram dan sakit = Sering kesal pada pekerjaan di rumah.
Parkinson = Sering terburu-buru dalam melakukan sesatu pekerjaan dan diikutii dengan kekesalan; Sering diam tapi geram tertahan.
Paru-paru = merasa paling mampu, rasa membanggakan diri yang kuat.
Paru-paru ada plek = Bila marah, diam dan kegeraman sampai lama.
Paru-paru ada cairan = Cepat tersinggung pada pasangan.
Patah tulang kaki kiri = Emosional (cepat marah) dalam keluarga.
Patah tulang kaki kanan = Sangat kaku/keras dalam keluarga.
Patah tulang tangan = Sangat kaku/keras dalam pekerjaan.
Payudara sakit = Kekesalan pada suami.
Pembuluh darah di otak tersumbat (pelupa) = Sering berprasangka, ada rasa takut, sering melamun, takut mengutarakan pada pasangan.
Pendarahan rahim = Di rumah rutin merepet.
Pendarahan seperti haid = Banyak yang ingin diutarakan namun terganjal di dalam rasa, apabila sudah keluar (dicakapkan) susah berhenti bercakap.
Pengapuran di lutut kiri = Punya keinginan ngotot dan sering marah di rumah tangga.
Pengapuran & urat terjepit di pinggang = Sering jengkel pada pasangan atau mitra tetap.

image
Penyakit kulit/kelamin = Punya keinginan yang kuat untuk disampaikan, setelah disampaikan, bila ada yang tidak cocok disikapi dengan diam dan kesal.
Penyakit sering kambuh = Amalan (ilmu) salah; Sering diam (menyimpan) kesal pada pasangan atau orangtua.
Penyempitan jantung = Suka mengatur, kurang suka menerima.
Penyempitan pembuluh darah = Menyimpan marah pada pasangan.
Persendian kaki dan tangan kaku, sakit = Ada keputusasaan dan kekesalan (tidak ikhlas) dalam pekerjaan (didiamkan).
Perut dan pinggang sakit = Kesal dalam keluarga.
Perut kanan sakit = Amalam salah.
Perut membesar (asetas) = Sering marah dan kesal dalam keluarga.
Perut mual/muntah = Kalau dinasehati agak susah, suka membantah, menolak nasehat.
Perut nyeri = Punya amalan-amalan yang kurang cocok; atau selalu mempunyai ke inginan yang kuat dan kalau tidak terpenuhi akan kesal.
Perut panas = Suka merepet.
Perut panas/perih = Suka diam dan kesal pada suami; Amalan salah atau sihir.
Perut, sering diare, sering kentut = Sering merepet atau berbicara yang tidak berfaedah.
Perut sakit (pencernaan bermasalah) = Sulit menerima nasehat orang tua atau pasangan.
Perut terasa penuh (begah) = Dalam menghadapi masalah (terutama dengan orang tua), belum ada solusi tetapi kesalnya muncul duluan.
Pinggang sakit = Kesal yang tersimpan pada anggota keluarga (anak atau pasangan).
Nyanyok/Pikun = Merasa yakin ilmunya paling benar (takabur).
Prostat sakit = Bila punya keinginan selalu ngotot.
Polip (hidung) = bila melihat lingkungan, ada yang tidak cocok, diam tidak dibicarakan lalu kesal.
Psoriasis vulgaris (penebalan kulit) = Ada keinginan yang sangat kuat di hati tetapi belum teraplikasikan; Amalan salah.
Pundak hingga Belakang Tubuh Berat = Amalan salah; Gangguan jin.
Belakang Tubuh bagian bawah sakit = Sering marah/kesal pada pasangan.

Radang usus = Sering kesal (marah) pada anggota keluarga.
Rahim bengkak/radang = Suka merepet dan kesal pada suami dan anak.
Rambut rontok = Ada yang difikirkan terus dan belum dapat solusinya.
Rematik (lutut) = sama anak-anak agak kaku (keras tapi bukan marah), anak harus selalu menurut perintahnya.

image

Sakit gigi = Sering marah, geram.
Sakit kuning = Biasanya karena terlalu banyak cakap/bicara sehingga cenderung menyakiti orang lain.
Sakit Perut = Cepat Emosi
Sakit perut bagian bawah (di bawah pusat) = Bila punya keinginan, sering batal dibicarakan dengan istri (biasanya karena istri galak); Amalan salah (pernah mengikuti latihan pernapasan, napas ditarik lalu disimpan di perut)
Sakit waktu haid = Sulit diatur, tidak mau diatur.
Radang Saluran kencing = Sering mau bicara sesuatu, lalu tidak jadi, terganjal dan tersimpan hingga menjadi kesal.
Santet/kena Tenung = Gampang marah, emosional.
Sariawan = Suka merepet, sering bercakap kasar.
Sendi jari sakit = Kesal, geregetan pada anggota keluarga.
Serak = Punya sifat kurang terpuji, merasa mampu.
Sering lupa rakaat shalat = Bila cerita suka memutar-mutar, tidak sistematis & tak focus.
Sering kencing = Suka memendam dan mendiamkan keinginan.
Sesak nafas di atas = Emosi disimpan.
Sesak nafas di dada = Emosi tertekan.
Sesak nafas di ulu hati = Cepat putus asa.
Sesak nafas, asma, tenggorokan, ulu hati = Keinginan yang kuat, sedikit gerak.
Sesak napas = Geram pada pasangan bila ada masalah; Diam bila ada masalah (dipendam); Cepat marah; Ada amalan salah.
SGPT dan SGOT tinggi = Ada kekakuan (tidak bisa kurang lebih, tidak mau dinasehati)., kalau ditambah dengan emosi tinggi akan menjadi kanker hati atau syrosis.
Sinusitis = Menahan beban pikiran; Suka memikirkan sesuatu yang tidak cocok di rumah tangga atau di lingkungan disertai kekesalan; Geram (diam).
Stroke = Merasa mampu berdiri sendiri, pendiam, egois, emosi terlalu tinggi; Suka tersinggung lalu kesal dan tersimpan lama; Kekesalan yang kuat pada suami/istri/saudara, didiamkan (tak mau bicara/merajuk) berhari-hari.
Stroke sebelah kanan = Suka marah dan menyimpan kesal dalam hal pekerjaan atau di keluarga.
Stroke sebelah kiri = kesal pada pasangan yang disimpan berhari-hari.
Stroke Ringan = Banyak kekesalan yang terpendam, tidak dapat dikeluarkan pada pasangan.
Susah tidur (Insomnia) = Ada kekesalan yang dipikirkan terus menerus.
Syaraf terjepit/menyempit di tulang belakang = Kesal yang menjadi fikiran kepada anggota keluarga; Ada kekesalan yang sangat kuat pada istri/suami/orang tua/saudara.
Syaraf terjepit di kaki = Kesal, diam, pada urusan keluarga.
Syndrom baby blues, selalu sedih setelah melahirkan = Pada saat hamil punya masalah dengan suami tetapi tidak didiskusikan, hanya didiamkan dan disimpan.
Syrosis, hati mengecil = Ego tinggi, marah tinggi, kaku, tidak mau menerima nasehat orang; Gampang tersinggung; Suka dendam.

therapy 0mtatok

Talasemia = Kaku, keras hati, emosional terhadap lingkungan yang tidak sepikirannya.
Tangan dan kaki keringatan = Sering ragu, tidak percaya diri ; Kalo punya keinginan selalu ngotot.
Tangan kanan kebas = Sering kesal dan putus asa dalam pekerjaan.
Tangan kanan sakit = Ada kekesalan dalam pekerjaan.
Tangan kanan tak kuasa diangkat = Kesal bila nasehatnya (tentang kebaikan) kepada orang lain tidak diikuti; Kesal karena nasehatnya pada anggota keluarga tidak dilaksanakan.
Tangan kesemutan/ kebas = Sering marah dan kesal pada anak dan pasangan.
Tangan kiri (telapak tangan) sakit dan gatal = Sering geram bila melihat kelakuan pasangan atau orang tua.
Tangan sakit = Merasa mampu (takabur) dalam menangani masalah.
Tangan sakit berpindah-pindah = Amalan salah.
Tangan sakit, jari kaku = Ada kekesalan yang kuat dalam hal pekerjaan.
TBC usus = Gampang marah bila ada masalah di keluarga.
Telinga kanan sakit/agak tuli = Marah bila dinasehati; Diam dan kesal bila dinasehati.
Telinga kanan/kiri mendengung = kesal pada pasangan sehingga tidak mau mendengarkan nasehat pasangannya; Jika dinasehati oleh pasangan sering diam, kesal dan merajuk.
Telinga kiri agak tuli = Gampang marah dan tersinggung bila mendengar sesuatu yang tidak cocok; Tidak suka menerima nasehat orang dan muncul kesal apabila dinasehati.
Telinga mendengung = Cepat kesal bila melihat sesuatu yang kurang baik.
Telinga mendengung, pusing, penyempitan pembuluh darah otak = Bicara tak nyambung, suka mengalihkan topik pembicaraan.
Telinga tuli = Sering membantah bila diberi masukan atau nasehat.
Tenggorokan gatal = Suka bicara (cerewet) dan suka berkomentar bila dinasehati.
Tenggorokan sakit/radang = Sering marah dengan suara keras/kasar = Sering mau ngomong. sesuatu, lalu tidak jadi, ganjalan di hati yang tersimpan menjadi kesal.
Tiroiditis (radang pada kelenjar tiroid) = Suka bicara menggebu/ngotot terutama dengan pasangan (suami/istri); Malas & membabukan pekerja.
Tulang belakang cedera, sehingga lumpuh = Sering kesal pada orang tua.
Tumit sakit = Menyimpan dendam dan kesal.
Tumor = Ngeyel (membantah dengan merasa paling benar), meremehkan orang, jengkel yang kuat (sangat kesal).
Tumor di bahu kanan = Sering kesal dan bersungut-sungut dalam pekerjaan.
Tumor di dubur = kesal yang kuat pada pasangan dan tidak mau mendiskusikannya masalahnya.
Tumor di gusi = Bila marah, diam dan dipendam.
Tumor di hidung = Bila melihat sesuati di lingkungan (keluarga/pekerjaan) ada yang tidak cocok, kesal, marah tapi diam.
Tumor di leher = Marah/kesal yang tersimpan pada pasangan.
Tumor di lutut = Kesal dengan orang tua (ibu).
Tumor di kepala, sakit kepala bagian depan dan atas = Sering kesal bila lihat seseorang atau sesuatu yang tidak disukai = kesal di fikiran, jengkel dipikirkan terus.
Tumor di kepala kiri = kesal pada pasangan, tak bisa dibicarakan dan didiamkan lama bulanan sampai tahunan.
Tumor di otak kiri = Diam tapi menyimpan marah.
Tumor di otak kanan = Suka merasa benar sendiri.
Tumor di telinga kanan = Kekesalan pada pasangan atau orang tua yang disimpan dan didiamkan.
Tumor di paru-paru = Sering menyimpan amarah menjadi kesal tertahan.
Tumor di rahim = Sering kesal pada ayah atau pada suami.
Tumor di usus besar = Emosi, marah dan kesal dalam keluarga.
Tumor, kejang = Kesal yang tersimpan dan jadi fikiran pada suami/istri/orang dekat.
Tumor kelenjar getah bening = Kalau bercakap pada pasangan sering bersitegang = Sering mau bicara (marah) tapi tertahan dan tidak jadi dikeluarkan.
Tumor ovarium = Punya rasa kesal sangat dengan orang tua atau suami.
Tumor pankreas = Terlalu pendiam, punya keinginan (untuk memiliki sesuatu) yang kuat, tidak dicakapkan, disimpan lama 1-2 tahun.
Tumor payudara kanan = Amarah yang dipendam karena suatu kebaikan yang disampaikan ke suami tidak ditanggapi dengan santun.
Typus = Sering marah atau menyimpan kesal yang kuat pada seseorang.
Ulu hati sakit = Gampang tersinggung.
Usus buntu, perut bengkak = Punya masalah (terutama dengan saudara), tak ada solusi, tersimpan menjadi kesal sendiri.
Usus lengket = Suka diam, tidak mau memberi solusi pada permasalahan orang lain spt anak.
Usus 12 jari lengket = Bila punya masalah cenderung diam, tidak mau mendiskusikan untuk menyelesaikannya.

Varises lambung (blooding) = Kesal dan diam penuh emosi dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga (pada pasangan atau anak).
Vena Tersumbat = Emosi Terpendam.
Vertigo dan kaki lemas = Sering tidak mentaati nasehat, terutama orang tua.

image

Anak sesak napas = Karena tidak ingin bertengkar antara suami istri, maka bila terjadi perselisihan sering tidak diselesaikan dan menjadi jengkel yang tersimpan = Ada masalah yang tidak bisa dibicarakan kepada siapapun (karena malu dll) = Saat hamil salah satu orang tua menyimpan jengkel yang kuat.
Anak autis, Tidak bisa bicara = Waktu hamil, ada masalah suami istri tidak diselesaikan, tetapi disimpan dengan di hati dalam waktu yang lama (lebih dari 1 bulan) = Salah satu orang tua sering malas berfikir bila menghadapi masalah atau dalam berdiskusi = Orang tua agak pendiam = Saat hamil salah satu orang tua suka geregetan (marah terpendam) = Orang tua banyak bertolak belakang, yang satu sangat pendiam yang satunya sangat enerjik.
Anak belum bisa jalan = Orang tua malas mengutarakan masalah rumah tangga yang dihadapi (suka mendiamkan masalah), diam disertai kesal.
Anak, cairan di otak = Waktu hamil, salah satu orang tua bila punya masalah suka malas memikirkannya (putus asa).
Anak, cerebral palsy (lumpuh otak) = Pada saat hamil, salah satu orang tua sering diam (mendiamkan), tidak mau membicarakan masalah yang dihadapi.
Anak down syndrome = Sewaktu hamil, ibu pernah marah sampai mengeluarkan kata kata yang merendahkan orang lain.
Anak epilepsi (ayan) = Orang tua sering bertengkar, lalu diam (melamun) dan kesal yang disimpan lama = Salah satu orang tua gampang tersinggung = Bila marah sering merendahkan orang = Salah satu orang tuanya sering berfikir negatif (negative thinking).
Anak gagal ginjal = Saat hamil orang tua sering bertengkar dan menyimpan kesal.
Anak, ginjal menggelembung, sebagian urin dari kandung kemih kembali ke ginjal = Salah satu orang tua, sering kesal (disimpan lama) pada pasangan, diam tidak mau mendiskusikan masalah, sedikit senyum.
Anak, ginjal dan radang otak = Orang tua sering bertengkar, marah yang disimpan lama, kesal, kedekut untuk bersedekah.
Anak, Hepatitis A = Orang tua sering bertengkar dan diselesaikan lama.
Anak hydrosifalus = Bila ada masalah yang keluar pertama adalah kesal dulu, bukan berkepala dingin = Bila dinasehati, iya-iya saja tapi tidak dilaksanakan.
Anak hypoteroid = Salah satu orang tua bila punya masalah lebih banyak diam.
Anak jatuh dan lumpuh = Orang tua sering bergaduh/bertengkar dan sering putus asa dalam menghadapi masalah.
Anak jatuh dari ketinggian = Orang tua kurang komunikasi.
Anak kejang-kejang saat tidur = Orang tua sering bertengkar atau menyimpan masalah disertai emosi, tidak didiskusikan/diselesaikan = Amalan salah, bersedekah tidak rutin.
Anak keterbelakangan mental = Salah satu atau kedua orang tua sering punya emosi yang kuat dan kalau marah jadi kalap, sampai mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan (merendahkan) orang.
Anak, leher lemah = Salah satu orang tua tidak menghormati orang tuanya.
Anak leukimia = Orang tua sering bertengkar dan menyimpan marah (kesal).
Anak lumpuh = Orang tua sering putus asa dalam menghadapi masalah.
Anak malas = Orang tua sering malas-malasan dalam mengerjakan sesuatu.
Anak meninggal terus dalam kandungan (tali pusat kecil) = Cepat tersinggung dengan suami. Mahal senyum ikhlas.
Anak, muka bengkak, Benjolan dekat mata = Orang tua sering emosi dan marah yang tersimpan, kesal bila melihat sekitarnya ada yang tidak sesuai di hati.
Anak degil/sulit diatur = Orang tuanya sering emosional, tidak santun bersikap.
Anak laki-laki semua (susah mendapat anak perempuan) = Istri sangat dominan dalam rumah tangga.
Anak perempuan semua (susah mendapat anak laki-laki) = Suami emosinya tidak stabil, sering terburu-buru, suami bersikap dilayani terus dalam rumah tangga.
Anak: pengasaman pada ginjal = Pada saat hamil, ada masalah yang membuat terganjal di hati dan perasaan, hingga tersimpan lama di hati.
Anak radang otak = Orang tua menyimpan marah yang selalu terfikirkan.
Anak rewel = salah satu orang tuanya suka rewel di hati (kesal dan diam).
Anak sering kejang-kejang (autis) = salah satu orang tua suka diam, bila ada masalah dipendam jadi kesal sendiri.
Anak sering diganggu makhluk lain (selalu mengajak pergi, tak hendak pulang) = Waktu hamil diperdengarkan music duniawi atau yang sejenis; dibacakan amalan yang bertujuan calon bayi agar tampan/cantik bukan karena Ilahi.
Anak sering kesurupan = Orang tua punya amalan salah, baca kitab suci dengan niat duniawi dan sering melamun.
Anak sering kejang (step) = Salah satu orang tua sering marah (emosi tinggi) tapi diam dan kesal.
Anak susah bangun dari duduk = Orang tua sering marah.
Anak susah diatur, Suka menyendiri = Salah satu orang tua bila punya keinginan harus dituruti; Bila ada masalah suka merajuk.
Anak (3,5 th) belum dapat bicara = Saat hamil, orang tua suka diam bila ada masalah (dipendam) ; Saat hamil, orang tua suka putus asa dalam menghadapi masalah.
Anak: sulit diatur = Gaya hidup orangtua “semaunya saja”.

Anak: sampai umur 10 thn tidak mau (menolak) makan makanan pokok = Salah satu orang tua tidak pandai bersyukur, marah kalau disuruh bersyukur.
Anak: toksoplasma & rubella = Salah satu orangtua sering bertengkar; Salah satu orang tua sering menyimpan kekesalan; Salah satu orang tua bila dinasehati suka menolak.
Anak: tumor payudara = Kedua orangtua sering bertengkar.

Change Your Mindset Concept

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s